
BOGORTODAY.COM – Jembatan Kaca Seruni Point, yang digadang-gadang menjadi atraksi wisata baru di kawasan Gunung Bromo, hingga kini belum dapat dinikmati wisatawan.
Meskipun pembangunan fisiknya telah rampung sejak 2023, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan bahwa jembatan ini masih harus melalui proses perizinan yang ketat sebelum resmi beroperasi.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa gegabah dalam membuka fasilitas tersebut.
Ia menuturkan bahwa pengoperasian jembatan kaca memerlukan kelengkapan izin dan kompetensi teknis yang sangat spesifik.
“Masih harus di proses perizinannya,” ujar Rudijanta.
Perlu Operator Kompeten dan Izin Khusus
Rudijanta menjelaskan, pengoperasian jembatan kaca harus melibatkan operator yang berpengalaman dan memiliki kemampuan khusus, terutama dalam aspek keselamatan dan pemeliharaan fasilitas.
“Karena harus dioperasionalkan dengan operator yang mempunyai kemampuan khusus terkait keselamatan dan pemeliharaannya,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengelola jembatan kaca tersebut.
“Bisa swasta bisa BUMD. Prinsipnya entitas bisnis, karena ketentuannya di aturan pemanfaatan wisata seperti itu,” jelas Rudijanta.
Namun hingga kini, pihak TNBTS belum dapat memastikan kapan jembatan kaca tersebut bisa dibuka untuk umum.
“Belum bisa dipastikan kapan (beroperasi),” katanya.
Pemandangan Langsung ke Gunung Bromo
Jembatan kaca Seruni Point dibangun untuk menghubungkan area Seruni Point dengan Shuttle Area, dengan panjang mencapai 120 meter.
Proyek ini dimulai sejak September 2021 dan sempat dijadwalkan untuk diresmikan pada November 2023.
Sebagai daya tarik wisata baru, jembatan ini menggunakan material laminated glass dengan ketebalan total 25,55 mm, yang menawarkan pemandangan spektakuler ke arah Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru, dan perbukitan sekitarnya.
Salah satu sensasi unik dari jembatan kaca ini adalah lokasinya yang melintang di atas jurang sedalam 80 meter, memberikan pengalaman menantang adrenalin bagi pengunjung yang melintas di atasnya.
Dokumen Resmi Sudah Diserahkan
Sebelumnya, dokumen kepemilikan jembatan kaca tersebut telah resmi diserahkan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan, dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang digelar di Jakarta pada 7 Oktober 2025.
Penyerahan dokumen itu disaksikan langsung oleh Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko serta Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.
Dengan rampungnya seluruh aspek fisik dan administrasi kepemilikan, masyarakat kini menunggu tahap akhir berupa izin operasional agar Jembatan Kaca Seruni Point segera dibuka sebagai destinasi wisata baru di kawasan Gunung Bromo.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















