
BOGORTODAY.COM – Jembatan Kaca Seruni Point, yang digadang-gadang menjadi atraksi wisata baru di kawasan Gunung Bromo, hingga kini belum dapat dinikmati wisatawan.
Meskipun pembangunan fisiknya telah rampung sejak 2023, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan bahwa jembatan ini masih harus melalui proses perizinan yang ketat sebelum resmi beroperasi.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa gegabah dalam membuka fasilitas tersebut.
Ia menuturkan bahwa pengoperasian jembatan kaca memerlukan kelengkapan izin dan kompetensi teknis yang sangat spesifik.
“Masih harus di proses perizinannya,” ujar Rudijanta.
Perlu Operator Kompeten dan Izin Khusus
Rudijanta menjelaskan, pengoperasian jembatan kaca harus melibatkan operator yang berpengalaman dan memiliki kemampuan khusus, terutama dalam aspek keselamatan dan pemeliharaan fasilitas.
“Karena harus dioperasionalkan dengan operator yang mempunyai kemampuan khusus terkait keselamatan dan pemeliharaannya,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengelola jembatan kaca tersebut.
“Bisa swasta bisa BUMD. Prinsipnya entitas bisnis, karena ketentuannya di aturan pemanfaatan wisata seperti itu,” jelas Rudijanta.
Namun hingga kini, pihak TNBTS belum dapat memastikan kapan jembatan kaca tersebut bisa dibuka untuk umum.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















