Tiga Ruang Kelas SDN Gunung Sari 04 Rusak, Siswa Belajar dalam Kondisi Bahaya

Zubaidah mencoba tetap positif di tengah kekecewaan yang berulang.

“Mungkin memang belum rezekinya. Tapi kami tetap berharap, semoga tahun ini menjadi titik terang. Anak-anak kami berhak mendapatkan tempat belajar yang aman dan layak,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Kondisi bangunan yang rusak bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi sudah masuk ranah keselamatan. Di musim hujan, kekhawatiran mencapai puncaknya. Atap yang rusak mengancam runtuh setiap kali hujan deras mengguyur. Air bocor di berbagai sudut ruangan, membuat lantai licin dan berpotensi menyebabkan siswa terpeleset.

Tembok yang rapuh dan retak juga menjadi ancaman tersendiri. Para guru harus ekstra waspada mengawasi pergerakan siswa, menjauhkan mereka dari dinding-dinding yang berpotensi ambruk. Kegiatan belajar-mengajar yang seharusnya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, kini harus terbagi dengan kewaspadaan terhadap ancaman fisik bangunan.

Dalam kondisi seperti ini, konsentrasi belajar siswa terganggu. Bagaimana mereka bisa fokus memahami pelajaran ketika harus was-was dengan kondisi bangunan di sekitar mereka? Bagaimana para guru bisa mengajar dengan tenang ketika setiap saat harus memastikan tidak ada bagian bangunan yang akan jatuh menimpa siswa?

BACA JUGA :  7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menghambat Kemandirian Anak

SDN Gunung Sari 04 bukan kasus tunggal. Sekolah ini hanya satu dari sekian banyak lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Bogor yang masih menanti sentuhan perbaikan infrastruktur. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan realitas di lapangan.

Berbagai program peningkatan mutu pendidikan terus digaungkan. Kurikulum diperbaiki, pelatihan guru digalakkan, sistem pembelajaran terus diperbarui. Namun, semua itu menjadi sia-sia ketika infrastruktur dasar, bangunan sekolah yang aman dan layak tidak tersedia.

Pendidikan berkualitas tidak bisa hanya berdiri di atas fondasi kurikulum yang baik. Ia membutuhkan lingkungan fisik yang mendukung, yang membuat siswa merasa aman dan nyaman untuk belajar. Ketika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi, maka semua program peningkatan mutu pendidikan hanya akan menjadi jargon kosong.

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Di tengah ketidakpastian, warga dan pihak sekolah tidak kehilangan harapan. Mereka terus berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata. Bukan lagi janji atau rencana, tetapi aksi konkret yang bisa mereka lihat dan rasakan.

Zubaidah dan para guru di SDN Gunung Sari 04 terus berjuang dengan segala keterbatasan. Mereka tetap hadir setiap hari, mengajar dengan sepenuh hati meskipun harus berhadapan dengan kondisi bangunan yang mengkhawatirkan. Para siswa pun terus datang dengan semangat belajar, meskipun harus duduk di kursi yang goyang dan belajar di ruangan yang bocor. (CR4)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================