
BOGORTODAY.COM – Banjir besar melanda wilayah timur Venezuela setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Sedikitnya 14 orang penambang dilaporkan tewas akibat air yang membanjiri tambang emas di Kota El Callao, negara bagian Bolívar.
Badan-badan bantuan bencana dan militer setempat mengungkapkan bahwa proses evakuasi jenazah masih terus dilakukan di lokasi kejadian.
Para pekerja dilaporkan tengah berada di bawah tanah ketika air hujan deras tiba-tiba membanjiri beberapa lubang tambang di wilayah yang berbatasan dengan Guyana dan Brasil.
“Mereka terkejut,” ujar Gubernur Bolívar, Yulisbeth Garcia, dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung untuk menemukan kemungkinan korban lain yang tertimbun.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan para pekerja mengangkat jenazah yang dipenuhi lumpur dari dalam tambang.
“Apa yang kami alami sungguh mengerikan,” kata Elizabeth Zerpa, warga setempat yang kehilangan dua anggota keluarganya dalam peristiwa tersebut.
Wali Kota El Callao, Jesus Coromoto Lugo, turut menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban melalui unggahan di media sosial.
El Callao dikenal sebagai salah satu pusat pertambangan emas terbesar di Venezuela, terletak sekitar 800 kilometer di tenggara Caracas.
Wilayah ini menjadi rumah bagi sekitar 60.000 penambang dan menjadi tulang punggung perekonomian setempat. Namun, belum dapat dipastikan apakah tambang yang terdampak bencana tersebut beroperasi secara legal atau ilegal.
Kecelakaan di tambang emas bukan hal baru di Venezuela dan negara-negara Amerika Selatan lainnya. Antara tahun 2023 dan 2024, setidaknya 30 penambang tewas akibat runtuhnya tambang emas di wilayah Bolívar.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















