Craco, Kota Mati di Italia yang Menyimpan Keindahan dan Sejarah Panjang

Sejarah Panjang Kota Craco

Craco berdiri pada abad ke-8 ketika orang-orang Yunani melarikan diri dari wabah malaria dan memilih daerah dataran tinggi yang lebih aman.

Lokasinya yang strategis di puncak bukit membuat Craco berkembang menjadi benteng pertahanan pada masa pertengahan.

Pihak militer kemudian membangun Menara Norman sebagai menara pengawas. Selain menjadi pusat pertahanan, kota ini juga memiliki empat istana megah, sejumlah gereja, dan lahan pertanian yang subur. Pada masa itu, Craco dikenal sebagai kota makmur dan berpengaruh di wilayahnya.

BACA JUGA :  Car Free Night Istimewa Akan Hadirkan Suasana Malam Penuh Warna

Namun, serangkaian bencana alam mengubah segalanya. Tahun 1963, tanah longsor besar melanda Craco dan menghancurkan banyak rumah warga. Bencana ini memaksa sebagian besar penduduk meninggalkan kota.

Tak berhenti di situ, banjir besar terjadi pada 1972—meski kota ini berada di dataran tinggi—karena posisinya di antara lembah Sungai Agri dan Salandrella-Cavone.

Puncaknya, gempa bumi dahsyat pada 1980 membuat sekitar 2.000 penduduk yang tersisa akhirnya meninggalkan kota sepenuhnya.

Pesona yang Tak Pernah Padam

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

Meski kini sunyi tanpa penghuni, Craco tetap menyimpan daya tarik luar biasa. Reruntuhan gereja tua seperti Gereja Induk San Nicola dan Gereja Madonna della Stella, serta istana megah seperti Palazzo Carbone, Palazzo Grossi, Palazzo Cammarota, dan Palazzo Maronna masih berdiri, menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu kota ini.

Craco bukan sekadar kota mati—ia adalah monumen sejarah yang menceritakan kisah tentang waktu, bencana, dan ketahanan peradaban manusia.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================