
Purbaya optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,5 hingga 5,7 persen pada kuartal IV 2025, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang membaik dan efek nyata dari berbagai stimulus pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah strategis yang telah diambil pemerintah adalah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sejak 13 September 2025.
“Dana ini berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan digunakan untuk menjaga likuiditas perekonomian, menurunkan suku bunga pasar, serta mendorong penyaluran kredit produktif, terutama untuk sektor riil seperti UMKM,” jelasnya.
Momentum Emas bagi Pembeli Rumah
Dengan kondisi likuiditas yang lebih longgar dan potensi suku bunga kredit perumahan yang turun, Purbaya menyebut bahwa tahun ini menjadi momentum emas bagi masyarakat yang ingin membeli rumah pertama mereka.
Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor properti, tetapi juga memberikan efek berantai pada sektor lain seperti konstruksi, bahan bangunan, dan tenaga kerja.
“Ketika ekonomi bergerak dan masyarakat kembali percaya diri, sektor properti biasanya menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Karena itu, ini waktu yang baik untuk memanfaatkan peluang,” ujar Purbaya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















