Delapan Desa di Cigudeg Bogor Laporkan Ribuan Warganya Terdampak Ekonomi, Pasca Penutupan Tambang Andesit

Curhatan Buruh Kuli Hasil Tambang Andesit di Cigudeg dan Parungpanjang, Ekonomi Terdampak Saat Aktivitas Ditutup (dok: Ist)

BOGORTODAY.COM – Penutupan aktivitas tambang andesit di wilayah Cigudeg dan Rumpin Kabupaten Bogor oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, beberapa pekan lalu berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekitar.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pemerintah Kecamatan Cigudeg, sedikitnya delapan desa di wilayah tersebut melaporkan terdampak langsung secara ekonomi akibat kebijakan tersebut.

Camat Cigudeg, Ade Zulfami, mengungkapkan bahwa dari 15 desa di Kecamatan Cigudeg, sebanyak delapan desa mengakui mengalami dampak serius.

“Data sudah selesai dari 15 desa yang melaporkan, delapan desa yang terdampak. Cuman kebijakan lebih lanjut saya tidak hafal seperti apa nanti,” kata Ade Zulfami, Kamis (16/10/2025).

BACA JUGA :  Ariana Grande Kecam Gedung Putih karena Gunakan Lagunya dalam Video Penangkapan Imigran

Ade menjelaskan, data warga terdampak telah diminta oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat untuk dilakukan proses verifikasi dan validasi.

“Kemarin dari provinsi karena warga yang terdampak itu warga desa, jadi data itu diminta oleh DPMD Provinsi Jabar. Terus diverifikasi semuanya, kemungkinan ada pengurangan setelah dicek validasinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, namun bentuk bantuan tersebut masih dalam proses pembahasan.

“Kalau dari delapan desa itu, kalau tidak berupa bantuan uang, ya berupa padat karya tunai, jangan uang murni, karena berisiko menimbulkan kecemburuan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rusia Pertimbangkan Bebas Visa untuk WNI, Peluang Baru bagi Wisatawan Indonesia

Dari hasil pendataan, jumlah warga terdampak mencapai sekitar 4.000 jiwa. Desa Renggasjajar menjadi wilayah dengan jumlah terdampak paling besar, mencapai sekitar 1.800 jiwa, disusul Desa Batujajar sebanyak 1.400 jiwa. Sementara itu, desa lain seperti Tegalega melaporkan sekitar 330 orang yang kehilangan pekerjaan akibat penutupan tambang.

“Kalau angka data yang terdampak Renggas Jajar itu sampai 1.800 jiwa itu paling besar. Kemudian Batujajar 1.400 selebihnya sedikit seperti Tegalega sekitaran 3.30 orang kemungkinan kurang lebih diangka 4 ribu jiwa semuanya,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================