Toyota Indonesia Dukung Rencana Penurunan Tarif PPN, Nilai Bisa Dorong Ekonomi

Sementara itu, wholesales atau penjualan dari pabrikan ke dealer juga turun 15,1 persen dibanding September 2024.

Secara akumulatif, penjualan ritel kendaraan roda empat pada Januari–September 2025 merosot 10,9 persen menjadi 585.917 unit, sedangkan wholesales terkoreksi 11,3 persen menjadi 561.819 unit dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kondisi serupa terjadi di industri roda dua. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat, pengiriman sepeda motor ke dealer selama Januari–September 2025 mencapai 4.836.891 unit, sedikit menurun dibandingkan 4.872.496 unit pada periode yang sama tahun 2024.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

Lesunya penjualan kendaraan disebut akibat melemahnya daya beli masyarakat dan perlambatan ekonomi dalam negeri.

Kemenkeu Masih Kaji Penurunan PPN

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pihaknya masih mengkaji kemungkinan penurunan tarif PPN tahun depan. Pemerintah akan melihat perkembangan perekonomian dan penerimaan negara hingga akhir 2025.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

“Kami akan lihat seperti apa akhir tahun ekonomi seperti apa, uang yang saya dapati seperti apa sampai akhir tahun,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2025).

Menurutnya, jika penurunan tarif PPN benar diterapkan, kebijakan itu dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi nasional.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================