
“Ukuran keberhasilan bukan hanya pada program bantuan sosial, melainkan pada meningkatnya kemandirian dan martabat masyarakat,” tutur Muhaimin Iskandar.
Menurutnya, tantangan sosial ekonomi ke depan masih cukup kompleks. Karena itu, penghargaan ini menjadi cambuk bagi seluruh elemen masyarakat untuk bekerja lebih keras.
Data kemiskinan nasional tahun 2025 mencatat, Indonesia masih berada di level 8,47 persen atau lebih dari 12,58 juta jiwa penduduk di pedesaan tergolong miskin.
Tingkat ketimpangan sosial juga masih cukup tinggi dengan gini rasio 0,375, sementara sekitar 4,85 juta dari 7,28 juta pengangguran merupakan tenaga kerja terdidik.
“Mandaya adalah simbol perubahan paradigma, dari bantuan menjadi pemberdayaan, dari program menjadi gerakan, dari ide menjadi dampak nyata,” tegas Muhaimin.
Ia menambahkan, 50 inisiatif terbaik penerima penghargaan tahun ini memiliki satu benang merah, yakni keyakinan bahwa masyarakat dapat menjadi pelaku utama pembangunan apabila diberikan ruang, akses, dan kepercayaan.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Muhaimin menegaskan agar tidak ada fasilitas pemerintah yang dibiarkan mangkrak.
“Fasilitas publik harus dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan kegiatan ekonomi masyarakat di akar rumput,” ujarnya.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















