
Ajat mengajak kepada seluruh ASN untuk berperan aktif terhadap SPI tahun 2025 ini. Tunjukkan bahwa survei ini penting untuk integritas kita, apalagi ini dikawal langsung oleh KPK. Dan semoga masyarakat juga semakin antusias karena kita menunjukkan semangat yang sama.
“Terima kasih bagi yang sudah gercep (gerak cepat) dalam meningkatkan skor SPI kita. Semoga kedepannya Pemkab Bogor semakin transparan, dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas layanan, karena kita berkomitmen pada integritas,” tandas Ajat.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah mengungkapkan, kami berinovasi untuk memaksimalkan pengisian SPI eksternal oleh masyarakat. Karena sebelumnya, partisipasi dari pengguna layanan dinilai belum maksimal, terutama karena barcode pengisian yang ada di banner itu statis.
“Kami menyadari, jika barcode hanya diam dalam bentuk banner atau di dinding, ketertarikan masyarakat agak berkurang,” ungkap Renaldi.
Renaldi menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut, Disdukcapil yang memiliki delapan gerai pelayanan, termasuk di UPT dan MPP , kini menerapkan dua inovasi utama. Pertama, petugas membawa banner ber-barcode SPI dan secara proaktif mendekati warga di ruang tunggu untuk meminta kesediaan mengisi survei.
“Kedua, Disdukcapil menerapkan kebijakan bahwa layanan akan diproses segera setelah warga menunjukkan tanda centang konfirmasi bahwa mereka telah selesai mengisi survei,” kata Renaldi.
Ia menerangkan, upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak hanya memindai (scan) saja, tetapi benar-benar mengisi survei sampai selesai. Tanda centang itu menjadi bukti partisipasi aktif.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















