
Reni menambahkan, kehadiran dapur keempat diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal. Saat ini, sekitar 60 persen pekerja di dapur MBG merupakan warga setempat.
“Selain membantu pemenuhan gizi, dapur ini juga membuka lapangan pekerjaan. Kami melibatkan warga yang punya usaha di bidang pangan lokal,” ujarnya.
Untuk menjaga kualitas, yayasan telah menyiapkan ahli gizi dan chef profesional. Langkah ini diambil menyusul maraknya kasus keracunan makanan pada program MBG.
Reni menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kepolisian, dan kecamatan agar dapur dapat beroperasi secara kondusif.
“Kami komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan,” katanya.
Editor : Rifki Ramadhan
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















