Malaysia Mantapkan Diri sebagai Pusat Pariwisata Medis Asia, Bidik Pendapatan Rp45 Triliun pada 2030

Ilustrasi Malaysia (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Industri pariwisata medis Malaysia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan dukungan kemitraan strategis serta program promosiagresif, negara tersebut menargetkan pendapatan tahunan mencapai US$2,7 miliar atau sekitar Rp45 triliun pada 2030.

Laporan terbaru dari BMI, perusahaan di bawah Fitch Solutions, menyebutkan bahwa Malaysia memperkuat posisinya sebagaitujuan utama wisata medis di Asia melalui peluncurankampanye nasional bertajuk “Malaysia Year of Medical Tourism 2026”.

Program yang diinisiasi oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) — badan di bawah Kementerian Kesehatan Malaysia — ini bertujuan menonjolkan keunggulan layanankesehatan Malaysia sambil menggabungkan unsur pengobatan, wellness, dan pariwisata menjadi satu pengalaman holistik bagiwisatawan medis.

Hingga Agustus 2025, Malaysia mencatat 28,2 juta kedatanganwisatawan, meningkat 16,8 persen dibanding periode yang samatahun lalu. Angka ini menjadikan Malaysia negara dengankunjungan wisatawan terbanyak di Asia Tenggara sejauh ini.

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Untuk memperkuat ekspansi sektor kesehatan, Malaysia juga aktif menjalin kemitraan global, termasuk penyelenggaraanMalaysia Healthcare Week di Kuwait pada September 2025.

Dalam acara tersebut, Malaysia memamerkan kualitas layananmedis bertaraf internasional serta keramahtamahan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pasien dari Timur Tengah.

BMI menilai langkah ini efektif dalam memperkuat reputasiinternasional Malaysia sebagai tujuan pariwisata medisunggulan dunia.

Ekspansi pariwisata medis di kawasan seperti Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Vietnam, Filipina, dan India disebutBMI akan mendorong terbentuknya peluang kemitraan publik-swasta, sekaligus membuka investasi baru di sektor infrastrukturkesehatan dan industri alat medis.

Malaysia sendiri telah membuktikan keberhasilannya selamasatu dekade terakhir sebagai destinasi utama wisatawankesehatan di Asia-Pasifik.

Menariknya, Indonesia masih menjadi pasar terbesar bagi sektorwisata medis Malaysia, dengan kontribusi sekitar 70–80 persendari total wisatawan medis setiap tahunnya.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Ungkap Alasan Hentikan Nafkah untuk Sarwendah Selama 6 Bulan

Salah satu alasan utama tingginya minat tersebut adalah biayalayanan kesehatan di Malaysia yang jauh lebih terjangkaudibanding negara maju, tanpa mengorbankan kualitas dan fasilitas.

Banyak pasien asal Indonesia datang untuk menjalani perawatanspesialis, operasi, hingga medical check-up menyeluruh.

Melalui visi jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor, Malaysia bertekad menjadikan pariwisata medis sebagai pilar utama ekonomi nasional.

Dengan target pendapatan Rp45 triliun pada 2030, negara initidak hanya ingin dikenal sebagai tujuan wisata alam dan budaya, tetapi juga pusat layanan kesehatan kelas dunia di Asia Tenggara.

Dengan strategi yang terukur dan dukungan global, Malaysia tampaknya siap memperkuat posisinya sebagai “The Healthcare Gateway of Asia”, menarik wisatawan dari seluruh dunia — termasuk dari Indonesia — untuk menikmati layanan kesehatanunggul dengan sentuhan keramahan khas Negeri Jiran.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================