
Sebaliknya, konsumsi makanan ultra olahan seperti makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan kemasan bisa mempercepat proses penurunan daya ingat.
- Melakukan Hal yang Sama Setiap Hari
Otak butuh tantangan dan pengalaman baru agar tetap aktif dan fleksibel.
Jika seseorang terus melakukan hal yang sama setiap hari, otak bisa “terjebak” dalam pola autopilot mental, sehingga sistem yang bertanggung jawab atas kreativitas, perhatian, dan pemecahan masalah menjadi kurang aktif.
“Tanpa paparan hal baru, koneksi saraf lama tidak diperkuat dan koneksi baru jarang terbentuk,” jelas Maniscalco.
Coba luangkan waktu untuk mempelajari keterampilan baru, membaca buku, mengunjungi tempat baru, atau bermain teka-teki otak. Aktivitas ini terbukti membantu menjaga ketajaman mental di usia lanjut.
- Penggunaan Media Sosial Berlebihan
Media sosial memang menyenangkan, tetapi penggunaannya yang berlebihan bisa mengubah cara kerja sistem dopamin otak, yaitu sistem yang terkait dengan motivasi dan kecanduan.
Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dirancang untuk terus memicu keinginan pengguna.
Akibatnya, penggunaan berlebihan dapat menurunkan materi abu-abu di area otak yang berperan dalam pengambilan keputusan dan pengendalian diri.
Selain itu, studi menunjukkan, kecanduan media sosial bisa berdampak pada kesejahteraan emosional dan kesehatan mental.
Kesehatan otak tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, tetapi juga oleh kebiasaan harian yang tampak sepele.
Mulailah dari hal sederhana — tidur cukup, makan bergizi, kurangi alkohol, latih otak dengan tantangan baru, dan batasi waktu di media sosial.
Otak yang sehat berarti pikiran yang tajam, suasana hati yang stabil, dan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















