5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Bisa Merusak Kesehatan Otak

Otak
Ilustrasi Otak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Otak adalah pusat kendali tubuh manusia. Ia bekerja tanpa henti — mulai dari saat kita berpikir, tertawa, hingga sekadar mengingat lagu favorit.

Namun tanpa disadari, banyak kebiasaan sehari-hari yang justru secara perlahan merusak kesehatan otak.

Dikutip dari Eating Well, ahli saraf Jamey Maniscalco, Ph.D, mengungkap bahwa sejumlah kebiasaan umum dapat menggerogoti kekuatan kognitif, menumpulkan fokus, hingga meningkatkan risiko penurunan fungsi mental. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Kurang Tidur

Tidur bukan sekadar waktu istirahat. Menurut Maniscalco, saat tidur, otak sebenarnya melakukan proses penting seperti pembersihan racun, pemrosesan emosi, dan pembentukan memori baru.

Kurang tidur kronis dapat mengganggu proses tersebut, bahkan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Sebuah studi yang mengamati hampir 8.000 orang selama 25 tahun menemukan, mereka yang tidur enam jam atau kurang per malam di usia 50–70 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan yang tidur tujuh jam.

Jadi, untuk menjaga kesehatan otak, pastikan tidur 7–9 jam setiap malam secara konsisten.

  1. Minum Alkohol

Meski hanya satu gelas sehari, alkohol bisa berdampak buruk pada struktur otak.
Penelitian terhadap lebih dari 36.000 orang menemukan, konsumsi alkohol secara teratur berkaitan dengan penurunan volume materi abu-abu dan putih, dua komponen penting dalam komunikasi antar sel otak.

BACA JUGA :  Tragedi di Jasinga, Wabup Bogor Minta Kasus Dugaan Gigitan Anjing Diusut Transparan

“Alkohol adalah depresan sistem saraf pusat sekaligus neurotoksin,” jelas Maniscalco.
“Ia memperlambat aktivitas otak dan pada kadar tinggi bisa merusak atau membunuh sel-sel otak.”

Semakin sering minum alkohol, semakin besar pula risiko penurunan fungsi kognitif.

  1. Kurang Asupan Makanan Sehat

Otak menggunakan lebih dari 20% energi tubuh setiap harinya, sehingga apa yang kita makan sangat memengaruhi fungsinya.
Maniscalco menjelaskan bahwa pola makan yang buruk dapat menurunkan kemampuan seseorang dalam berpikir, mengatur emosi, dan mempertahankan fokus.

Pola makan seperti Mediterranean diet — kaya akan sayur, buah, kacang, biji-bijian, dan ikan — terbukti meningkatkan volume otak dan melindungi dari penurunan kognitif.

Sebaliknya, konsumsi makanan ultra olahan seperti makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan kemasan bisa mempercepat proses penurunan daya ingat.

  1. Melakukan Hal yang Sama Setiap Hari

Otak butuh tantangan dan pengalaman baru agar tetap aktif dan fleksibel.
Jika seseorang terus melakukan hal yang sama setiap hari, otak bisa “terjebak” dalam pola autopilot mental, sehingga sistem yang bertanggung jawab atas kreativitas, perhatian, dan pemecahan masalah menjadi kurang aktif.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Raihan WTP Dua Kali Berturut-turut

“Tanpa paparan hal baru, koneksi saraf lama tidak diperkuat dan koneksi baru jarang terbentuk,” jelas Maniscalco.

Coba luangkan waktu untuk mempelajari keterampilan baru, membaca buku, mengunjungi tempat baru, atau bermain teka-teki otak. Aktivitas ini terbukti membantu menjaga ketajaman mental di usia lanjut.

  1. Penggunaan Media Sosial Berlebihan

Media sosial memang menyenangkan, tetapi penggunaannya yang berlebihan bisa mengubah cara kerja sistem dopamin otak, yaitu sistem yang terkait dengan motivasi dan kecanduan.

Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dirancang untuk terus memicu keinginan pengguna.

Akibatnya, penggunaan berlebihan dapat menurunkan materi abu-abu di area otak yang berperan dalam pengambilan keputusan dan pengendalian diri.

Selain itu, studi menunjukkan, kecanduan media sosial bisa berdampak pada kesejahteraan emosional dan kesehatan mental.

Kesehatan otak tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, tetapi juga oleh kebiasaan harian yang tampak sepele.

Mulailah dari hal sederhana — tidur cukup, makan bergizi, kurangi alkohol, latih otak dengan tantangan baru, dan batasi waktu di media sosial.

Otak yang sehat berarti pikiran yang tajam, suasana hati yang stabil, dan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================