
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi upaya pelestarian warisan budaya bangsa sekaligus sarana pembelajaran nilai-nilai luhur seperti disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab.
“Olahraga tradisional bukan hanya hiburan, tapi juga pendidikan karakter yang membangun keseimbangan antara fisik dan mental anak,” tambah Sultodi.
Tahun ini, terdapat lima cabang yang dipertandingkan, yakni Hadang, Sumpitan, Dagongan, Tarompah Panjang, dan Egrang. Peserta merupakan hasil seleksi di tingkat sekolah dan kecamatan.
Andri Wahyudi, Koordinator Kontingen Bogor Timur, menyampaikan bahwa timnya mengirimkan 94 peserta dari 30 sekolah.
“Tahun ini persiapan kami lebih matang. Hadang dan Sumpitan masih jadi andalan kami, mudah-mudahan bisa membawa hasil terbaik untuk Kota Bogor,” ujarnya optimistis.
Melalui kegiatan seperti ini, Dispora Kota Bogor berharap olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga gerakan sosial untuk membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan tidak bergantung pada layar.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















