
“Israel berusaha menyingkirkan semua bangunan milik warga Palestina di sepanjang rute yang direncanakan, dengan alasan berulang seperti kurangnya izin bangunan atau lokasi yang terlalu dekat dengan tembok pemisah,” kata Al-Rifai.
Pemukim Yahudi Kembali Serbu Kompleks Al-Aqsa
Dalam waktu yang hampir bersamaan, sekelompok pemukim Israel kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis (23/10) dengan pengawalan ketat tentara Israel.
Saksi mata melaporkan bahwa puluhan orang memasuki kompleks secara berkelompok dan melakukan apa yang digambarkan sebagai “tur provokatif” di area suci tersebut.
Beberapa pekan terakhir, otoritas Israel memperketat pengamanan di gerbang masuk dan sekitar kompleks Al-Aqsa, dengan menambah pasukan polisi serta militer. Langkah ini dilakukan untuk mengawal aksi penyerbuan berulang para pemukim Yahudi yang semakin sering terjadi.
Simbol Sensitif di Tengah Ketegangan Regional
Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs tersuci dalam Islam, sekaligus simbol yang sangat sensitif dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.
Setiap aktivitas penggalian atau upaya perubahan status quo di kawasan ini berpotensi memicu ketegangan besar dan meningkatkan eskalasi di Yerusalem Timur, yang oleh komunitas internasional diakui sebagai wilayah pendudukan.
Al-Rifai menutup peringatannya dengan menyerukan intervensi segera dari komunitas internasional untuk menghentikan tindakan Israel yang dinilai mengancam warisan sejarah dan keberlangsungan Masjid Al-Aqsa.
“Kehancuran sebagian fondasi Masjid Al-Aqsa bukan hanya kerugian bagi Palestina, tetapi juga bagi seluruh umat Islam dan peradaban dunia,” tegasnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















