Maraknya Kasus Kekerasan di Pesantren, Begini Respons Bupati Rudy

pesantren
Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Foto : Rifki Ramadhan/bogortoday.com

BOGORTODAY.COMBupati Bogor Rudy Susmanto merespons maraknya kasus senioritas dan pelecehan yang mencuat di sejumlah pondok pesantren di berbagai daerah. Dia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, khususnya yang belum berizin, guna menjamin keamanan dan kenyamanan santri.

Rudy mengakui bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

“Tujuan pesantren mulia, yakni membina generasi muda untuk meneruskan perjuangan membangun bangsa. Namun, seperti program lainnya, tidak ada yang sempurna. Pasti ada kekurangan,” ujar Rudy, Senin (27/10/2025).

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Mei 2026: Toyota Masih Dominan, Geely Masuk 10 Besar dan BYD Tersingkir

Kendati demikian, Rudy menekankan bahwa kekurangan dalam sistem pendidikan di pesantren tidak boleh dibiarkan. Pembenahan mesti dilakukan secara kolektif melibatkan pemerintah, pengelola pesantren, dan masyarakat.

“Kekurangan itu menjadi kewajiban kita bersama untuk menyempurnakannya. Masyarakat harus merasa nyaman dan aman saat menitipkan anak-anak mereka menimba ilmu,” tegasnya.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana mengintensifkan pembinaan terhadap pondok pesantren yang telah beroperasi namun belum mengantongi izin resmi.

BACA JUGA :  Puluhan Pelajar Indonesia Rampungkan Program Pertukaran di Amerika Serikat, Bawa Pengalaman Internasional ke Tanah Air

Rudy menilai, meskipun niat pendirian pesantren tanpa izin umumnya baik, pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan standar pendidikan dan keamanan terpenuhi.

“Beberapa pesantren yang belum berizin tentunya punya niat baik. Karena itu, pemerintah akan lebih proaktif mendatangi dan memandu mereka,” jelas Rudy.

Editor : Rifki Ramadhan

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================