BOGORTODAY.COM – Proyek pembangunan saluran drainase di sepanjang Jalan Kesehatan atau Jalan Tirto Adhi Surjo, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menuai keluhan setelah pipa milik Perumda Tirta Pakuan mengalami kebocoran di beberapa titik, pada Jumat (24/10/2025).
Kebocoran tersebut menyebabkan pasokan air ke sejumlah pelanggan di kawasan tersebut terganggu.
Manager NRW & Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Nasrul Zahar, menilai insiden ini terjadi akibat minimnya koordinasi antara pihak kontraktor dengan Tirta Pakuan.
Ia mengingatkan agar setiap kegiatan pembangunan infrastruktur di Kota Bogor, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan bawah tanah, wajib berkoordinasi dengan pengelola jaringan utilitas.
“Kami berharap setiap pekerjaan yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan pipa Tirta Pakuan dapat dikoordinasikan terlebih dahulu. Ini penting agar bisa diantisipasi dan tidak mengganggu pelayanan air ke masyarakat,” ujar Nasrul, Senin (27/10/2025).
Nasrul menjelaskan, kebocoran pipa akibat aktivitas proyek bukan hanya menghambat aliran air, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian material jika tidak segera ditangani dengan benar.
“Jangan diperbaiki sendiri dengan cara diikat atau ditambal sementara. Jika pekerjaan selesai dan pipa yang bocor dikubur kembali tanpa perbaikan layak, pelayanan kami bisa terganggu dalam jangka panjang,” tegasnya.
Ia menambahkan, bila kebocoran terjadi pada pipa berdiameter besar dan menyebabkan kehilangan air signifikan, kontraktor dapat dikenakan tanggung jawab ganti rugi.
Adapun di Jalan Tirto Adhi Surjo, pihak Tirta Pakuan melakukan penggantian pipa sepanjang 70 meter, dari ukuran ½ inci menjadi ¾ inci untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan pasokan air.
Menariknya, kebocoran tersebut pertama kali dilaporkan bukan oleh kontraktor, melainkan oleh pelanggan yang terdampak. Tirta Pakuan bahkan mengerahkan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga dan masjid sekitar lokasi.
Sementara itu, Iwan P, pelaksana proyek drainase, mengaku tidak mengetahui adanya pipa air di lokasi pekerjaan.
“Saya dan pekerja tidak tahu jika pipa milik Perumda Tirta Pakuan bocor akibat kegiatan yang kami lakukan,” singkatnya saat ditemui di lokasi, Jumat pagi.
Nasrul berharap insiden serupa tidak terulang, dan menegaskan pentingnya komunikasi lintas sektor antara kontraktor dan pengelola utilitas sebelum memulai proyek di lapangan.
Bagi HalamanWartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















