BOGORTODAY.COM – Ruang digital global tengah ramai membahas dugaan kebocoran 183 juta akun dan password Gmail.
Informasi ini sontak memicu kekhawatiran publik, mengingat Gmail sering menjadi pintu masuk bagi berbagai layanan digital lain.
Namun, pakar keamanan siber mengungkapkan bahwa kabar tersebut tidak sepenuhnya akurat.
Bukan Kebocoran dari Google
Pakar dari perusahaan keamanan siber Tenable membantah anggapan bahwa data tersebut bocor dari sistem Google.
Mereka menjelaskan bahwa data yang tersebar sebenarnya merupakan kumpulan kredensial dari berbagai sumber lain di internet.
Seperti dilaporkan The Independent, dugaan kebocoran ini pertama kali terdeteksi oleh situs pemantau kebocoran data Have I Been Pwned (HIBP).
Situs yang dikelola oleh pakar keamanan siber Troy Hunt itu mendeteksi kumpulan data berisi 183 juta kredensial yang sebagian besar bukan merupakan data baru.
Menurut Hunt, data tersebut merupakan bagian dari serangan siber yang jauh lebih luas, dihimpun dari berbagai kebocoran yang sudah pernah terjadi sebelumnya.
91 Persen Data Bukan Baru
Dari analisis HIBP, sekitar 91 persen dari 183 juta kredensial tersebut sudah pernah muncul dalam kebocoran sebelumnya. Meski begitu, terdapat 16,4 juta alamat email yang muncul pertama kali dalam log pencuri informasi (infostealers).
Namun angka ini juga belum tentu mencerminkan total kredensial valid, sebab sebagian data dapat berupa informasi rusak atau tidak dapat digunakan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















