
Baku Tembak di Rafah dan Tuduhan yang Bersahut-sahutan
Pada Selasa sebelumnya, media Israel melaporkan adanya baku tembak antara pasukan Israel dan pejuang Hamas di Kota Rafah, Gaza selatan. Militer Israel tidak menanggapi permintaan komentar atas laporan itu, sementara Hamas membantah terlibat.
Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen terhadap gencatan senjata.
Ketegangan semakin meningkat setelah Netanyahu menuding Hamas menyerahkan jenazah yang salah dalam proses pengembalian sandera.
Jenazah yang diserahkan pada Senin disebut sebagai Ofir Tzarfati, warga Israel yang tewas pada 7 Oktober 2023. Netanyahu mengatakan sebagian jenazah tersebut sebelumnya telah diambil pasukan Israel.
Hamas awalnya berencana menyerahkan jenazah sandera lain pada Selasa, namun Brigade Al-Qassam kemudian menunda proses itu, dengan alasan Israel telah melanggar perjanjian.
Isi Kesepakatan Gencatan Senjata
Dalam perjanjian tersebut:
- Hamas harus membebaskan seluruh sandera yang masih hidup, dengan imbalan pembebasan hampir 2.000 narapidana Palestina.
- Israel wajib menarik pasukannya dan menghentikan serangan di Gaza.
- Hamas juga setuju menyerahkan semua jenazah sandera yang tewas, namun mengaku kesulitan menemukannya akibat kerusakan masif di Gaza.
Israel bersikeras Hamas masih bisa mengakses jenazah tersebut. Hamas membantah dan menyebut pemboman berkepanjangan selama dua tahun telah mengubah lokasi-lokasi di Gaza secara drastis, membuat pencarian menjadi sangat sulit.
Pencarian Jenazah Sandera Terus Berlangsung
Mesir mengirimkan alat berat untuk membantu pencarian jenazah. Buldoser terlihat bekerja di Khan Younis hingga Kamp Nuseirat di Gaza tengah. Para pejuang Hamas pun dikerahkan untuk mengamankan area penggalian.
Beberapa jenazah diduga berada di jaringan terowongan bawah tanah milik Hamas. Saksi mata di Khan Younis menyebut tim Mesir dan pejuang Hamas menggali hingga kedalaman sekitar 12 meter dekat Hamad Housing City yang didanai Qatar.
Situasi yang sempat mereda kini kembali memanas. Gencatan senjata yang berjalan tiga minggu terancam runtuh, sementara kedua pihak terus saling tuding melanggar perjanjian. Publik internasional pun menunggu apakah konflik ini akan kembali memasuki babak eskalasi besar.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















