BRIN Perkuat Ekosistem Open Science di Kawasan Asia Tenggara

Secara global, BRIN menempati posisi yang aktif dan strategis dalam jejaring Open Science. BRIN terlibat dalam berbagai inisiatif internasional seperti UNESCO Open Science Framework dan Committee on Data (CODATA). Di tingkat regional, BRIN berperan aktif dalam Southeast Asia Network for Open Science (SEANOS) bersama negara-negara ASEAN. Ke depan, BRIN berencana memperluas kerja sama dengan negara-negara ASEAN lainnya melalui pengembangan ASEAN Research Data Commons, pertukaran kebijakan dan praktik terbaik dalam tata kelola data riset (research data governance), serta program peningkatan kapasitas bersama (capacity building) bagi peneliti muda ASEAN di bidang data stewardship dan open innovation.

Namun demikian, upaya integrasi data riset di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah heterogenitas format dan standar data antar lembaga serta disiplin ilmu yang menghambat interoperabilitas, belum terintegrasinya repositori nasional lintas lembaga secara komprehensif, serta regulasi dan tata kelola data yang belum sepenuhnya mendukung prinsip keterbukaan, terutama pada data sensitif dan hasil kolaborasi internasional.

BACA JUGA :  Setelah Dicopot dari Kepala BGN, Ini Rincian Harta Kekayaan Dadan Hindayana

“Selain itu, masih terdapat budaya riset yang cenderung tertutup, di mana data dianggap sebagai milik individu atau lembaga, bukan aset publik yang dapat dimanfaatkan bersama. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya penelitian yang dapat direproduksi (reproducible research) serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang data curation, FAIR data management, dan data interoperability juga menjadi hambatan yang perlu diatasi secara bertahap,” jelasnya.

Melalui webinar ini, BRIN berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman komunitas riset terhadap nilai strategis Open Science, sekaligus mendorong sinergi antar lembaga penelitian dan universitas dalam menerapkan praktik open data dan open access.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah awal pembentukan jejaring nasional Open Science Indonesia yang menghubungkan peneliti, pengelola data, dan pembuat kebijakan. Selain itu, BRIN menargetkan tersusunnya rekomendasi kebijakan dan inisiatif konkret seperti pengembangan repositori nasional data riset, kerangka kebijakan Open Science, dan panduan berbagi data (data sharing guideline) di lingkungan BRIN dan mitra lembaga riset lainnya,” ucap Esa.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

Sebagai tindak lanjut, BRIN akan menyelenggarakan workshop lanjutan yang berfokus pada penyusunan Data Management Plan (DMP) dan penerapan prinsip FAIR data, membentuk task force nasional untuk penyusunan Open Science Implementation Roadmap, serta menyiapkan proyek percontohan integrasi data riset antar pusat riset di bawah koordinasi BRIN secara terpusat. Seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BRIN untuk memperkuat ekosistem riset nasional yang terbuka, terintegrasi, dan berdaya saing global.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================