
BOGORTODAY.COM – Kebocoran pipa air milik Perumda Tirta Pakuan di Jalan Tirto Adhi Surjo, Kota Bogor, membuat pasokan air bagi warga sekitar sempat terganggu.
Peristiwa itu terjadi imbas proyek drainase yang tengah dikerjakan oleh kontraktor di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.
Mengetahui hal tersebut, pihak PUPR langsung meminta pelaksana proyek agar lebih berhati-hati dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum melakukan pekerjaan di lapangan.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan, pihaknya sudah menegur kontraktor secara lisan setelah menerima laporan kebocoran tersebut.
“Sudah kami tegur lisan begitu mendapat laporan, dan pelaksana proyek cukup kooperatif,” ujar Esti, Rabu (29/10/2025).
Kontraktor, kata Esti, mengakui kelalaiannya karena kurang cermat saat melakukan penggalian, sehingga menyebabkan kebocoran pipa milik Tirta Pakuan.
Sementara itu, Manager NRW & Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan, Nasrul Zahar menuturkan, perbaikan jaringan air kerap bersinggungan dengan pekerjaan infrastruktur lainnya, seperti proyek drainase maupun utilitas jaringan seluler.
“Kami berharap setiap ada pekerjaan proyek, sebaiknya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Tirta Pakuan agar potensi kerusakan pipa bisa diantisipasi,” ujarnya.
Nasrul menjelaskan, jika terjadi kebocoran akibat proyek, kontraktor diharapkan segera melapor agar perbaikan bisa dilakukan lebih cepat.
“Kalau dibiarkan atau diperbaiki seadanya, misalnya hanya diikat karet, nanti setelah diurug bisa kembali bocor dan mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” katanya.
Akibat insiden itu, sejumlah pelanggan Tirta Pakuan di kawasan Jalan Tirto Adhi Surjo sempat kekurangan pasokan air. Pihak perusahaan akhirnya mengirimkan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan warga dan masjid di sekitar lokasi.
Lebih lanjut, Nasrul menyebutkan bahwa untuk kebocoran pipa besar yang menyebabkan kehilangan air dalam jumlah signifikan, biaya penggantian akan dibebankan kepada kontraktor.
“Untuk di lokasi itu, ada penggantian pipa sepanjang 70 meter yang juga kami tingkatkan dari ukuran ½ inci menjadi ¾ inci,” jelasnya.
Melalui kejadian ini, baik PUPR maupun Tirta Pakuan sama-sama menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar proyek infrastruktur tidak justru menimbulkan gangguan layanan publik.
Bagi HalamanWartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















