Setahun Belajar di Lantai, Siswa SDN 5 Cicadas Bogor Mulai Dapat Meja-Kursi

BOGORTODAY.COM – Setelah lebih dari setahun belajar di lantai akibat meja dan kursi rusak dimakan rayap, siswa SDN 5 Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini mulai dapat belajar lebih layak. Sebagian ruang kelas telah dilengkapi bangku dan meja. Namun, sebagian lainnya masih menerapkan sistem belajar bergiliran sambil menunggu bantuan fasilitas tambahan.

Camat Gunung Putri Kurnia Indra mengatakan, pihaknya telah turun langsung mencari solusi bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

“Sekarang anak-anak tidak lagi duduk di bawah. Untuk sementara memang sebagian kelas belajar dengan sistem shift, tetapi semuanya sudah tertangani. Kami terus upayakan agar segera ada tambahan meja dan kursi,” kata Kurnia, Kamis (30/10/2025).

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Siapkan Beasiswa untuk 17.000 Siswa Kurang Mampu

Menurut Kurnia, bantuan fasilitas kelas akan dipenuhi secara bertahap melalui berbagai sumber. Di antaranya, aspirasi anggota DPRD, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta pengalihan mebel dari sekolah lain yang memiliki kelebihan inventaris. Salah satu bantuan terdekat akan datang dari SDN Bojong Kulur 3 yang bersedia menyalurkan sebagian meja dan kursinya.

“Arahan Bapak Bupati jelas, masalah ini harus segera diselesaikan. Kami juga berkoordinasi dengan desa agar bisa ikut membantu, termasuk mencari dukungan dari CSR,” ujarnya.

Sebelumnya, dua kelas di SDN 5 Cicadas, yakni kelas V dan VI, terpaksa belajar di lantai karena meja dan kursi mereka keropos dan tidak layak pakai. Kondisi itu berlangsung selama lebih dari setahun.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

“Belajar di lantai itu capek, Pak. Pinggang sering sakit karena harus menunduk terus,” kata Kaila, siswi kelas VI.

Kepala Sekolah Lilis Hasana mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian cepat dari pihak kecamatan.

“Alhamdulillah, sekarang sebagian kelas sudah ada bangkunya. Untuk yang belum, kami atur jadwal shift supaya semua anak tetap bisa belajar dengan nyaman,” katanya.

Pemerintah daerah berharap dalam waktu dekat seluruh siswa dapat belajar dengan fasilitas layak tanpa harus bergantian. (CR4)

Bagi Halaman

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================