
Lebih lanjut, Cak Imin menekankan pentingnya pendekatan human-centered digital economy, yakni pengembangan ekonomi digital yang berorientasi pada kesejahteraan manusia.
“Bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, literasi keuangan digital berarti memahami cara kerja keuangan digital, memanfaatkannya secara optimal, serta melindungi diri dari risiko digital,” jelasnya.
Digitalisasi, menurutnya, harus memperkuat kapasitas manusia—bukan sekadar membangun platform atau jaringan.
Inklusi Digital untuk Semua Lapisan Masyarakat
Pemerintah, kata Cak Imin, tidak ingin ekonomi digital justru menjadi produk eksklusif yang memperlebar kesenjangan. Karena itu, ia menegaskan bahwa ekonomi digital Indonesia harus bertumpu pada tiga fondasi utama:
- Akses yang merata
Infrastruktur dan konektivitas digital harus menjangkau pelosok, memberi kesempatan setara bagi UMKM, perempuan, dan generasi muda. - Tata kelola yang adil
Regulasi harus menjamin persaingan sehat di antara platform digital. - Pengelolaan data untuk kepentingan publik
Data masyarakat harus digunakan secara bertanggung jawab untuk menciptakan layanan yang inklusif.
“Hanya dengan cara itulah kita bisa memastikan bahwa sistem keuangan dan seluruh fitur canggihnya dapat dimanfaatkan semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
Harapan untuk Para Pelaku Ekonomi Digital
Menutup pidatonya, Cak Imin berharap seluruh pemangku kepentingan di sektor ekonomi dan keuangan digital memberi perhatian serius terhadap aspek pemberdayaan masyarakat.
“Saya berharap aspek pemberdayaan benar-benar dimasukkan dalam sistem dan tata kelola ekonomi digital ke depan,” ujarnya.
Dengan potensinya yang sangat besar, Indonesia dinilai bisa menjadi kekuatan ekonomi digital di Asia, selama digitalisasi dilakukan secara inklusif, adil, dan memberdayakan seluruh masyarakat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















