
Kabar IPO ini muncul setelah OpenAI menyelesaikan proses restrukturisasi yang cukup kompleks dan bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap Microsoft. Langkah tersebut dinilai membuka jalan bagi struktur perusahaan yang lebih fleksibel dalam mencari pendanaan eksternal.
IPO pun dianggap sebagai opsi logis untuk memperkuat modal perusahaan, terutama dalam menghadapi rencana-rencana ambisius yang sudah disusun.
Sumber lain menyebut CEO OpenAI, Sam Altman, membutuhkan pendanaan dalam jumlah luar biasa besar—bahkan mencapai triliunan dolar AS—untuk mendukung pembangunan infrastruktur AI yang semakin masif.
Hal ini tak lepas dari prediksi meningkatnya biaya operasional dan kerugian perusahaan, meski OpenAI diyakini mampu mencetak laba hingga US$20 miliar tahun ini.
Altman dalam sebuah pernyataan resmi pada Selasa (28/10/2025) juga mengisyaratkan bahwa IPO menjadi opsi paling masuk akal ke depan.
“Saya rasa cukup adil mengatakan bahwa ini adalah jalan yang paling mungkin bagi kami, mengingat kebutuhan modal kami,” ujarnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















