
“Di antaranya Rp270 triliun itu pembelian dari pasar sekunder dan program debt switching dengan pemerintah sebesar Rp199,9 triliun,” kata Perry.
Pembelian SBN oleh BI menjadi salah satu instrumen kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, menambah likuiditas, serta mendukung pembiayaan pemerintah.
Empat Langkah BI Menjaga Stabilitas Rupiah dan Ekonomi
Selain intervensi melalui pembelian SBN, BI menyiapkan tiga langkah tambahan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung momentum ekonomi domestik.
- Penurunan Suku Bunga
BI telah menurunkan suku bunga acuan sebagai bagian dari kebijakan moneter longgar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konsumsi, dan memperkuat pembiayaan dunia usaha.
- Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
Stabilisasi dilakukan melalui intervensi di dalam dan luar negeri.
Di dalam negeri, BI mengintervensi melalui:
- transaksi tunai spot
- domestic non-delivery forward (DNDF)
Sementara di luar negeri, stabilisasi dilakukan melalui transaksi non-delivery forward untuk menahan volatilitas rupiah.
- Penguatan Cadangan Devisa
Perry menegaskan bahwa intervensi BI didukung oleh posisi cadangan devisa yang “lebih dari cukup”, sehingga ruang untuk stabilisasi rupiah tetap terjaga.
- Ekspansi Likuiditas Moneter
Langkah terakhir adalah memperbesar likuiditas melalui strategi operasi moneter yang lebih pro-market.
Ekspansi ini dilakukan antara lain melalui:
- penurunan penerbitan sekuritas rupiah Bank Indonesia
- penguatan transmisi penurunan suku bunga
- peningkatan likuiditas pasar uang dan pasar valas
- percepatan pendalaman pasar keuangan domestik
“Itulah empat langkah kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas dan juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi,” tutup Perry.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














