Kisah Thariq bin Ziyad, Panglima Bani Umayyah yang Namanya Diabadikan Menjadi Selat

Musa bin Nusayr mengirim Thariq memimpin pasukan berjumlah sekitar 7.000 orang, sebagian besar dari suku Barbar dan hanya 300 orang Arab.

Armada ini mendarat pertama kali di Jabal Thariq (Gibraltar) sebelum bergerak ke Jazirah Al-Khadra’.

Sesuai tradisi Islam, Thariq menawarkan tiga pilihan damai kepada pasukan Kristen:

  1. Masuk Islam
  2. Membayar jizyah
  3. Berperang

Namun tawaran itu ditolak, dan perang pun tak terhindarkan.

Pertempuran Besar Melawan Raja Roderic

Raja Roderic, penguasa Spanyol saat itu, awalnya meremehkan pasukan Muslim. Namun ketika mereka mulai menaklukkan beberapa wilayah penting, ia mengerahkan 100.000 pasukan berkuda untuk menghadapi Thariq.

Melihat ancaman besar, Thariq meminta bala bantuan. Musa bin Nusayr mengirim 5.000 pasukan tambahan di bawah komando Tharif bin Malik. Total pasukan Muslim menjadi 12.000, tetap jauh lebih kecil dari pasukan Kristen.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Thariq memilih Lembah Barbate sebagai lokasi perang—tempat strategis yang dikelilingi gunung dan danau sehingga menyulitkan musuh menyerang dari berbagai arah.

Perang Lembah Barbate: Kemenangan Spektakuler Pasukan Muslim

Pertempuran dimulai pada 28 Ramadan 92 H atau 19 Juli 711 M dan berlangsung selama delapan hari. Meski kalah jumlah, pasukan Muslim menunjukkan ketabahan dan keberanian luar biasa.

Strategi Thariq yang matang, keberanian pasukan Barbar dan Arab, serta kekompakan pasukan Muslim membuat mereka mampu mengalahkan pasukan Roderic.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Kemenangan ini menjadi titik awal bagi berdirinya peradaban Islam di Andalusia yang kelak melahirkan tokoh besar seperti Ibnu Rusyd, Ibnu Hazm, dan Ibnu Arabi.

Nasib Raja Roderic sendiri masih menjadi misteri: sebagian catatan menyebut ia tewas di medan perang, sebagian lagi menyebut ia melarikan diri ke utara dan tak pernah ditemukan.

Warisan Thariq bin Ziyad: Selat Gibraltar

Sebagai penghormatan atas jasanya, tempat pertama kali ia mendarat dinamai Jabal Thariq, yang kemudian dieja oleh bangsa Eropa menjadi Gibraltar. Nama ini menjadi bukti abadi tentang keberanian seorang panglima Barbar yang berhasil mengubah sejarah Spanyol dan Eropa.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================