Kisah Thariq bin Ziyad, Panglima Bani Umayyah yang Namanya Diabadikan Menjadi Selat

Bani Umayyah
Ilustrasi Perang. (Foto: detikcom)

BOGORTODAY.COM Bani Umayyah merupakan kekhalifahan Islam pertama setelah era Khulafaur Rasyidin dan menjadi kekhalifahan kedua setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Menurut buku Sejarah Peradaban Islam Terlengkap karya Rizem Aizid, kekuasaan Bani Umayyah berlangsung hampir satu abad—sekitar 90 tahun—dengan total 14 khalifah yang memimpin.

Dari masa kejayaan inilah muncul sejumlah panglima besar yang meninggalkan jejak penting dalam sejarah Islam.

Salah satunya adalah Thariq bin Ziyad, sosok legendaris yang namanya kini diabadikan sebagai sebuah selat: Selat Gibraltar, yang berasal dari nama Arab Jabal Thariq atau “Gunung Thariq”.

Panglima Hebat Penakluk Andalusia

Thariq bin Ziyad dikenal sebagai panglima brilian yang mampu memimpin pasukan kecil menaklukkan Andalusia (kini Spanyol) pada tahun 711 M. Ia memimpin dua kelompok pasukan utama:

  • Suku Moor/Barbar yang didukung Musa bin Nusayr
  • Pasukan Arab yang dikirim Khalifah Al-Walid I

Dengan kecerdasan strategi militer, Thariq berhasil melintasi Selat Andalusia dan memulai ekspedisi besar yang kelak mengubah wajah Eropa Barat.

Menurut buku Thariq bin Ziyad, Fatih Al Andalus karya George Zidan, wilayah Andalusia dulunya bernama Wandalusia, dinamai dari suku Vandal, masyarakat yang bermukim di sana setelah keruntuhan Romawi.

Jejak Sejarah Andalusia: Dari Romawi, Gothic, hingga Islam

Sebelum kedatangan Islam, wilayah Spanyol berada di bawah kekuasaan beberapa kekuatan besar:

  • Romawi Barat hingga abad ke-5
  • Dikuasai bangsa Gothic, suku Jermanik yang mencari wilayah pemukiman
  • Puncak kejayaan berada pada era Visigoth
BACA JUGA :  Nilai Anak Menurun? Ini Sikap yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua

Namun semua berubah ketika Thariq bin Ziyad datang membawa pasukan Muslim. Andalusia kemudian berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan, seni, dan peradaban dunia selama berabad-abad.

Asal Usul Thariq bin Ziyad

Thariq diperkirakan berasal dari wilayah Afrika Utara, kemungkinan besar yang sekarang dikenal sebagai Libya.

Ia merupakan keturunan kaum Barbar dari kabilah Nafzah, penduduk asli Afrika Barat Laut.

Setelah bangsa Arab menaklukkan Afrika Utara pada akhir abad ke-7, Islam mulai menyebar luas. Kaum Barbar menerima Islam tetapi tetap mempertahankan budaya dan bahasa mereka.

Ekspedisi 711 M: Pasukan Kecil Melawan Kekaisaran Besar

Musa bin Nusayr mengirim Thariq memimpin pasukan berjumlah sekitar 7.000 orang, sebagian besar dari suku Barbar dan hanya 300 orang Arab.

Armada ini mendarat pertama kali di Jabal Thariq (Gibraltar) sebelum bergerak ke Jazirah Al-Khadra’.

Sesuai tradisi Islam, Thariq menawarkan tiga pilihan damai kepada pasukan Kristen:

  1. Masuk Islam
  2. Membayar jizyah
  3. Berperang

Namun tawaran itu ditolak, dan perang pun tak terhindarkan.

Pertempuran Besar Melawan Raja Roderic

Raja Roderic, penguasa Spanyol saat itu, awalnya meremehkan pasukan Muslim. Namun ketika mereka mulai menaklukkan beberapa wilayah penting, ia mengerahkan 100.000 pasukan berkuda untuk menghadapi Thariq.

BACA JUGA :  Anak Malas Belajar di Rumah? Ini 7 Penyebab yang Perlu Dipahami Orang Tua

Melihat ancaman besar, Thariq meminta bala bantuan. Musa bin Nusayr mengirim 5.000 pasukan tambahan di bawah komando Tharif bin Malik. Total pasukan Muslim menjadi 12.000, tetap jauh lebih kecil dari pasukan Kristen.

Thariq memilih Lembah Barbate sebagai lokasi perang—tempat strategis yang dikelilingi gunung dan danau sehingga menyulitkan musuh menyerang dari berbagai arah.

Perang Lembah Barbate: Kemenangan Spektakuler Pasukan Muslim

Pertempuran dimulai pada 28 Ramadan 92 H atau 19 Juli 711 M dan berlangsung selama delapan hari. Meski kalah jumlah, pasukan Muslim menunjukkan ketabahan dan keberanian luar biasa.

Strategi Thariq yang matang, keberanian pasukan Barbar dan Arab, serta kekompakan pasukan Muslim membuat mereka mampu mengalahkan pasukan Roderic.

Kemenangan ini menjadi titik awal bagi berdirinya peradaban Islam di Andalusia yang kelak melahirkan tokoh besar seperti Ibnu Rusyd, Ibnu Hazm, dan Ibnu Arabi.

Nasib Raja Roderic sendiri masih menjadi misteri: sebagian catatan menyebut ia tewas di medan perang, sebagian lagi menyebut ia melarikan diri ke utara dan tak pernah ditemukan.

Warisan Thariq bin Ziyad: Selat Gibraltar

Sebagai penghormatan atas jasanya, tempat pertama kali ia mendarat dinamai Jabal Thariq, yang kemudian dieja oleh bangsa Eropa menjadi Gibraltar. Nama ini menjadi bukti abadi tentang keberanian seorang panglima Barbar yang berhasil mengubah sejarah Spanyol dan Eropa.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================