
Inilah alasan mengapa durasi tidur menjadi faktor kuat dalam kemampuan mengingat mimpi.
“Jika kamu hanya tidur enam jam, kamu mendapatkan kurang dari setengah waktu bermimpi dibanding tidur delapan jam. Jam-jam terakhir tidur adalah yang paling penting untuk bermimpi, dan orang biasanya mengingat mimpi terakhir, yang terjadi tepat sebelum bangun,” jelas Barrett.
Faktor Lain yang Menentukan Ingatan Mimpi
Selain durasi tidur, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi apakah seseorang bisa mengingat mimpinya atau tidak:
- Jenis Kelamin
Meta-analisis pada 2008 menunjukkan bahwa perempuan rata-rata mengingat lebih banyak mimpi daripada laki-laki.
- Usia
Kemampuan ini berubah seiring waktu:
- Anak-anak mulai mengingat mimpi sejak mereka mampu bercerita.
- Kemampuan mengingat mimpi stabil pada masa remaja hingga awal usia 20-an.
- Setelah itu, perlahan menurun seiring bertambahnya usia.
- Kepribadian
Orang yang cenderung introvert, reflektif, atau banyak melamun biasanya lebih mudah mengingat mimpi.
Sebaliknya, mereka yang ekstrovert dan berorientasi pada tindakan cenderung mengingat lebih sedikit.
- Imajinasi dan Kreativitas
“Daya imajinasi tinggi, mudah terhipnosis, serta beberapa ukuran kreativitas juga berkaitan dengan kemampuan mengingat mimpi,” tambah Barrett.
Setiap Orang Berbeda
Meski ada pola umum, ingatan mimpi sangat bervariasi antarindividu. Ada yang hampir tidak pernah mengingat mimpinya, ada juga yang bisa mengingat beberapa mimpi setiap malam.
Hal ini normal dan dipengaruhi kombinasi faktor biologis, psikologis, dan kebiasaan tidur.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















