
“Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau dan pasokan yang terjamin, kami ingin mendukung peningkatan produktivitas petani secara berkelanjutan,” ujar Rahmad.
Ia menambahkan, Pupuk Indonesia akan menegakkan tata kelola yang ketat dalam penyaluran pupuk bersubsidi, termasuk menindak kios yang menjual pupuk di atas HET yang ditetapkan pemerintah.
Stok Jatim 157.334 Ton, Bondowoso 173 Persen dari Kebutuhan Minimum
Direktur Keuangan Pupuk Indonesia, Wono Budi Tjahyono, memaparkan bahwa ketersediaan pupuk yang aman merupakan hasil perbaikan tata kelola distribusi sejak 2025, termasuk penurunan HET dan penyederhanaan regulasi untuk petani.
Untuk mendukung penerapan HET terbaru, Pupuk Indonesia telah menyiapkan 157.334 ton stok pupuk bersubsidi untuk Jawa Timur per 3 November 2025, atau 147 persen dari ketentuan minimum pemerintah yang sebesar 107.093 ton.
Rinciannya:
- Urea: 51.323 ton
- NPK: 96.872 ton
- NPK Kakao: 82 ton
- Organik: 5.468 ton
- ZA: 3.588 ton
Sementara untuk Kabupaten Bondowoso, stok pupuk bersubsidi juga tersedia melampaui kebutuhan minimum, yakni 5.067 ton, atau 173 persen dari syarat minimal 2.922 ton.
Komposisinya:
- Urea: 924 ton
- NPK: 3.928 ton
- Organik: 92 ton
- ZA: 123 ton
Wono menjelaskan bahwa penyerapan pupuk bersubsidi di Jawa Timur juga berjalan optimal. Hingga 4 November 2025, penyerapan mencapai 1.554.750 ton, atau 75,7 persen dari alokasi 2.053.650 ton.
Untuk Bondowoso, tingkat penyerapan bahkan lebih tinggi, yakni 46.928 ton, atau 82,8 persen dari alokasi 55.882 ton.
Dukung Swasembada Pangan Sesuai Visi Presiden Prabowo
Wono menegaskan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan sesuai visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.
“Pupuk Indonesia siap menyalurkan pupuk bersubsidi secara optimal dan sesuai amanah pemerintah,” pungkasnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














