5 Jenis Adonan untuk Menggoreng dan Efeknya pada Tekstur Makanan

BOGORTODAY.COM – Hasil gorengan yang renyah dan gurih tidak selalu mudah didapat. Tekstur yang terlalu lembek, terlalu berminyak, atau gosong sebelum matang adalah beberapa masalah yang sering muncul jika teknik dan adonan yang digunakan tidak tepat.

Padahal, kunci gorengan yang sempurna terletak pada pemilihan adonan, jenis tepung, serta cara melapisinya.

Ada dua jenis pelapis utama yang biasa digunakan dalam teknik menggoreng: adonan basah dan adonan kering/remahan.

Adonan basah umumnya berbahan dasar tepung terigu, tepung kentang, atau tepung jagung yang dicampur dengan air atau cairan lain.

Sementara itu, lapisan remahan seperti tepung roti atau panko memberikan tekstur yang lebih kasar dan renyah.

Dilansir dari slurrp.com (21/10/2025), berikut lima jenis adonan untuk menggoreng lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

  1. Tepung Kering (Flour Dredge)

Teknik flour dredge adalah metode melapisi makanan dengan tepung dan bumbu kering tanpa tambahan cairan.

Bahan makanan seperti ayam, tahu, tempe, atau ikan cukup dilumuri marinasi, lalu diselimuti tepung berbumbu sebelum langsung digoreng.

Kelebihan:

  • Hasil gorengan lebih renyah dan berwarna cantik.
  • Lebih praktis dan tidak berantakan, karena tidak menggunakan bahan cair.
  • Menghasilkan lapisan yang tipis, ringan, dan natural, cocok untuk ikan fillet atau daging tipis.
BACA JUGA :  7 Cara Menjaga Dapur Tetap Rapi Saat Memasak, Anti Berantakan dan Lebih Nyaman

Kekurangan:

  • Kerenyahan tidak bertahan lama karena lapisan tipis mudah lembek terkena udara.
  • Tidak menghasilkan tekstur crunchy tebal seperti adonan basah.
  1. Tepung Panko

Panko dikenal sebagai remah roti khas Jepang yang menghasilkan gorengan bertesktur kasar, renyah, dan ringan. Lapisan ini tidak mudah menyerap minyak sehingga kerenyahannya dapat bertahan lebih lama.

Kelebihan:

  • Memberikan tekstur renyah yang ringan dan tahan lama.
  • Tidak mudah menyerap minyak, sehingga hasil gorengan lebih kering.

Kekurangan:

  • Jika lapisan panko terlalu tebal, makanan bisa terasa berat.
  • Membutuhkan lapisan dasar yang kuat, misalnya tepung basah atau telur, agar panko menempel.
  • Sensitif terhadap kelembapan dan suhu minyak.
  1. Tepung Roti

Tepung roti biasa digunakan pada ayam goreng, katsu, hingga mozzarella stick. Remah roti menyerap minyak dalam jumlah terbatas sehingga menciptakan tekstur renyah yang tidak keras.

Kelebihan:

  • Menghasilkan tekstur krispi tanpa terlalu keras.
  • Cocok untuk makanan berlapis seperti fried chicken atau cheese stick.

Kekurangan:

  • Proses pelapisan lebih rumit, karena perlu tepung basah dan telur sebelum tepung roti.
  • Bisa membuat makanan terlalu kaya rasa, menutupi cita rasa bahan utamanya.
  • Tekstur cepat lembek jika dibiarkan terlalu lama.
  1. Adonan Tempura

Adonan tempura terbuat dari campuran tepung terigu, air es, dan telur. Hasilnya adalah lapisan renyah yang ringan, mengembang, dan tidak terlalu menyerap minyak.

BACA JUGA :  Bidadari dan Pasangan Surga: Bagaimana Islam Memandang Kebahagiaan Abadi bagi Laki-laki dan Perempuan?

Kelebihan:

  • Lapisan ringan, renyah, dan bergelembung khas tempura.
  • Menyerap minyak lebih sedikit.

Kekurangan:

  • Tidak boleh diaduk terlalu lama agar tidak keras.
  • Adonan harus dipakai segera, karena cepat berubah tekstur dan basi.
  1. Adonan dari Bir (Beer Batter)

Beer batter memanfaatkan karbonasi dalam bir untuk menghasilkan lapisan renyah, ringan, dan mengembang. Biasanya digunakan untuk fish and chips atau onion ring.

Kelebihan:

  • Tekstur gorengan ekstra renyah dan mengembang.
  • Cocok untuk ikan fillet dan sayuran cincang.

Kekurangan:

  • Adonan harus dipakai segera agar karbonasi tidak hilang.
  • Kerenyahan tidak setahan lama panko atau tepung roti.
  • Jika suhu minyak tidak tepat (ideal 175°C), gorengan bisa terlalu menyerap minyak atau gosong di luar tapi mentah di dalam.

Memilih adonan yang tepat sangat menentukan kualitas gorengan. Jika ingin tekstur ringan dan renyah, tempura atau beer batter bisa jadi pilihan.

Untuk lapisan tebal dan crunchy, tepung roti atau panko lebih cocok. Sedangkan tepung kering sangat ideal untuk hidangan sederhana yang butuh lapisan tipis dan cepat matang.

Dengan memahami karakter setiap adonan, kamu bisa menghasilkan gorengan yang lebih sempurna—renyah, gurih, dan tidak berminyak.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================