
“Kayunya keras sekali, jadi pengerjaannya tidak bisa cepat. Kami lakukan pemotongan bertahap hingga ke bagian bawah,” katanya.
Langkah penebangan ini disebut sebagai tindakan preventif. Jika dibiarkan, potensi bahaya bisa fatal karena lokasi pohon berdekatan dengan jalan utama dan area Istana Bogor.
“Kalau pohon itu roboh, bisa menimpa pengendara bahkan menjangkau area Istana Bogor. Ini murni langkah pencegahan demi keselamatan publik,” tegas Hayati.
Pohon karet kebo tersebut diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 1972, kemungkinan ditanam pada masa awal pembangunan kawasan Balai Kota Bogor.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, Disperumkim memastikan akan menanam pohon pengganti di lokasi yang sama.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat dan pemerhati lingkungan. Keputusan ini tidak mudah, tapi keselamatan harus diutamakan. Setelah penebangan selesai, kami akan lakukan penanaman ulang,” tutup Hayati.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















