Pertolongan Pertama saat Kejang Epilepsi: Apa yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan

BOGORTODAY.COM Kejang merupakan salah satu gejala paling umum dari epilepsi. Kejang bisa muncul tiba-tiba, termasuk ketika seseorang berada di tengah kerumunan.

Kondisi ini sering membuat orang di sekitar panik atau salah bertindak, padahal pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah cedera dan komplikasi.

Epilepsi sendiri adalah gangguan pada otak ketika sel-sel saraf mengalami lonjakan aktivitas listrik yang tidak terkendali.

Akibatnya, penderita dapat mengalami perubahan kesadaran, gerakan tubuh tidak terkendali, perubahan sensasi, hingga perubahan perilaku.

Pemicu Kejang Epilepsi

Beberapa faktor dapat memicu terjadinya kejang pada penderita epilepsi, di antaranya:

  • Stres atau tekanan emosional
  • Kurang tidur
  • Konsumsi alkohol
  • Perubahan hormon, misalnya saat menstruasi
  • Demam atau kondisi sakit tertentu
  • Pola makan tidak teratur atau kekurangan cairan
  • Kelelahan fisik
  • Pola waktu tertentu dalam sehari
  • Penggunaan obat tertentu
  • Dosis obat anti-kejang yang tidak sesuai

Mengetahui pemicu ini dapat membantu penderita dan orang di sekitar lebih waspada.

Pertolongan Pertama saat Kejang Epilepsi

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Minta Sekolah Tak Pungut Iuran Perpisahan dan Study Tour

Kejang bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat ramai. Karena itu, penting bagi siapa pun untuk mengetahui langkah pertolongan pertama yang benar.

Berikut langkah-langkah yang aman dan dianjurkan dilakukan:

  1. Tetap tenang dan dampingi penderita

Catat durasi kejang sejak awal hingga berhenti. Sebagian besar kejang berhenti dalam 1–3 menit.

  1. Longgarkan pakaian di area leher

Ini membantu pernapasan lebih lancar.

  1. Amankan area sekitar

Singkirkan benda tajam, keras, atau berbahaya yang dapat melukai penderita saat kejang.

  1. Baringkan penderita miring

Posisikan tubuh miring (posisi pemulihan) untuk mencegah tersedak dan membantu aliran udara. Letakkan benda lembut seperti jaket atau bantal di bawah kepalanya.

  1. Jangan menahan tubuh penderita

Biarkan gerakan kejang berlangsung secara alami agar tidak menimbulkan cedera.

  1. Tetap temani dan awasi

Setelah kejang berhenti, penderita biasanya kebingungan. Tenangkan dan pastikan ia aman hingga kembali sadar sepenuhnya.

  1. Cari bantuan medis bila perlu

Segera hubungi tenaga medis jika:

  • Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
  • Kejang terjadi berulang tanpa sadar penuh
  • Penderita mengalami cedera
  • Penderita sedang hamil, lansia, atau kejang pertama kali
BACA JUGA :  Jumlah Hewan Kurban di Kota Bogor Tembus 15.800 Ekor, Naik 1.400 dari Tahun Lalu

Hal yang Harus Dihindari

Beberapa tindakan berikut berbahaya dan tidak boleh dilakukan:

  1. Jangan memasukkan benda apa pun ke mulut penderita

Termasuk sendok, kain, atau membuka rahang secara paksa. Ini berisiko menyebabkan patah gigi, cedera rahang, atau tersedak.
(Catatan: membuka rahang justru merupakan tindakan yang keliru dan tidak aman.)

  1. Jangan menarik lidah

Lidah tidak akan tertelan. Memaksa menariknya bisa menyebabkan luka serius.

  1. Jangan memberi makan, minum, atau obat

Tunggu hingga penderita benar-benar sadar dan dapat menelan dengan baik.

Kejang epilepsi memang bisa terjadi secara mendadak, tetapi pertolongan pertama yang tepat sangat membantu menjaga keselamatan penderita.

Ketenangan, mengamankan area sekitar, memposisikan penderita dengan benar, serta menghindari tindakan berbahaya adalah langkah utama yang harus diingat.

Jika Anda ingin, saya bisa buatkan versi artikel yang lebih pendek, versi untuk postingan media sosial, atau infografisnya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================