
BOGORTODAY.COM – Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Senin (11/11/2025), berlangsung khidmat. Para peserta upacara menundukkan kepala, memberikan penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur. Setelah upacara, tabur bunga dilakukan di atas pusara para pahlawan sebagai simbol penghargaan dan rasa terima kasih atas pengorbanan mereka.
Tidak hanya jajaran TNI dan pejabat setempat yang hadir, sejumlah veteran dan purnawirawan turut mengikuti upacara. Bagi mereka, peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk kembali meneguhkan makna perjuangan dan nasionalisme di tengah tantangan zaman.
Kolonel (Purn) M. Imran (65), salah seorang purnawirawan TNI AD, menuturkan bahwa makna perjuangan kini tak lagi diwujudkan lewat senjata, melainkan dengan mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
“Cara memaknai Hari Pahlawan sekarang adalah meneruskan perjuangan mereka, mengisi kemerdekaan ini dengan kerja nyata. NKRI itu harga mati, tak boleh diganggu gugat,” ujar Imran, yang pernah mengabdi selama puluhan tahun di bidang pertahanan dan keamanan.
Bagi Imran, semangat juang para pahlawan harus hidup dalam tindakan generasi masa kini, melalui pengabdian di bidang masing-masing, menjaga persatuan, dan menolak sikap apatis terhadap bangsa.
Pandangan serupa diungkapkan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), purnawirawan TNI AD, Zainuri (63), ia pernah bertugas di kesatuan Bekang Kostrad. Zainuri menilai, menjadi veteran bukan berarti perjuangan telah usai. Justru, kata dia, semangat perjuangan itu harus “terus hidup.”
“Veteran itu ibarat nyamuk, selalu ada. Tidak bisa dimusnahkan, karena semangatnya terus hidup,” ujar Zainuri sambil tersenyum mengenang masa dinasnya.
Selama bertugas, Zainuri sempat tergabung dalam pasukan khusus yang dikirim dalam misi PBB ke sejumlah negara, seperti Kamboja, Timor Leste, dan Bosnia. Pengalaman meninggalkan keluarga untuk tugas negara menjadi bagian dari pengorbanan yang ia kenang hingga kini.
“Dulu sering meninggalkan anak dan istri. Tapi itu semua bagian dari pengabdian. Kita jalani dengan bangga,” katanya pelan.
Kini, setelah masa dinas berakhir, Zainuri dan rekan-rekannya hanya berharap agar semangat juang itu tidak berhenti di generasi mereka. Ia menitipkan pesan kepada kaum muda agar tak melupakan sejarah dan terus berkontribusi bagi bangsa.
“Harapannya untuk anak muda, terus berjuang dan menjadi yang terbaik. Siapa lagi kalau bukan mereka yang akan meneruskan perjuangan di negeri ini,” ujar Zainuri. (MG5)
Bagi HalamanEditor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















