BOGORTODAY.COM – Makanan bukan hanya objek visual yang mempercantik adegan, tetapi juga medium bercerita yang mampu menggambarkan emosi manusia.
Dalam film, kuliner dapat menjadi simbol perjalanan hidup—tentang perjuangan, keluarga, ambisi, hingga pencarian jati diri.
Dilansir dari Business Day (10/11/2025), berikut lima film kuliner ikonik yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyuguhkan kisah mendalam di balik setiap hidangan.
- Big Night (1996)
Film klasik ini mengikuti kisah dua bersaudara asal Italia, Primo dan Secondo, yang menjalankan restoran kecil di Amerika Serikat. Ketika bisnis mereka terancam bangkrut, keduanya berinisiatif membuat satu “malam besar” dengan hidangan istimewa untuk menarik minat seorang tamu penting.
Namun Big Night bukan sekadar tentang makanan. Film ini mengangkat konflik antara idealisme dan realitas bisnis.
Primo bersikukuh pada keaslian kuliner Italia, sementara Secondo lebih kompromistis demi keberlangsungan usaha.
Selain menyajikan berbagai adegan dapur yang menggoda, Big Night memberikan pelajaran tentang kesabaran, kerja sama, dan arti mempertahankan prinsip dalam industri kuliner yang penuh tantangan.
- Ratatouille (2007)
Film animasi dari Disney Pixar ini telah menjadi ikon film bertema kuliner. Ratatouille bercerita tentang Remy, seekor tikus dengan bakat luar biasa dalam memasak yang bermimpi menjadi chef ternama di Paris.
Meski menghadapi banyak rintangan—termasuk prasangka terhadap dirinya—Remy menunjukkan bahwa bakat dan tekad dapat membawa siapa saja meraih mimpi.
Dengan pesan terkenal “Anyone can cook”, film ini bukan hanya menghangatkan hati, tetapi juga mendorong penontonnya untuk berani berkarya. Visualisasi masakannya yang memukau membuat Ratatouille tetap menjadi favorit hingga kini.
- The Secret of the Grain (2007)
Film Prancis–Tunisia ini mengikuti perjalanan Slimane Beiji, seorang ayah tunggal yang berambisi membuka restoran couscous di tengah tekanan hidup dan konflik keluarga.
Lebih dari sekadar drama keluarga, The Secret of the Grain menyentuh tema imigrasi, identitas budaya, dan makna makanan sebagai warisan.
Adegan makan bersama yang hangat menekankan bahwa setiap hidangan bukan sekadar santapan, tetapi cermin dari sejarah, harapan, dan jati diri. Film ini menempatkan kuliner sebagai penghubung generasi dan simbol perjuangan di tanah asing.
- Food Luck (2020)
Dalam film besutan Jepang ini, seorang penulis kuliner kembali ke restoran yakiniku milik keluarganya setelah lama pergi. Kepulangannya membuka kembali luka, kenangan, dan cinta yang terpendam.
Food Luck menggambarkan bahwa makanan dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Aroma daging panggang dan suasana dapur keluarga menyiratkan bahwa cita rasa adalah bagian dari identitas dan warisan keluarga.
Film ini menyentuh penonton dengan pesan bahwa memahami akar keluarga bisa membantu seseorang menemukan jati diri.
- Tampopo (1985)
Sering dijuluki Ramen Western, Tampopo adalah perpaduan unik antara komedi, drama, dan filosofi kuliner. Film ini menceritakan perjuangan seorang janda yang bertekad membuat ramen terbaik dengan bantuan seorang sopir truk.
Setiap proses belajar memasaknya diwarnai humor dan introspeksi.
Tampopo menegaskan bahwa kesempurnaan dalam memasak bukan hanya soal teknik, tetapi juga hati, perhatian, dan ketekunan.
Film ini tetap menjadi karya klasik yang wajib ditonton bagi pecinta ramen dan penggemar film bertema kuliner.
Kelima film di atas menunjukkan bahwa makanan lebih dari sekadar elemen visual—kuliner adalah bahasa universal yang menyatukan manusia. Melalui dapur, meja makan, dan hidangan, film-film ini berbicara tentang cinta, identitas, keberanian, dan perjalanan hidup.
Siapkan camilan saat menonton, karena film-film ini dijamin membuat perut dan hati sama-sama hangat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















