Pendekatan Partisipatif jadi Strategi Kemendikdasmen Hadapi Kekerasan dan Perundungan di Sekolah

Mereka akan dibekali keterampilan untuk:

  • Mengembangkan relasi antarmurid yang terbuka dan sehat
  • Mendorong empati serta penerimaan terhadap perbedaan
  • Menjadi teladan dalam menolak kekerasan dan perundungan

“Influencer ini hadir untuk membina relasi yang lebih saling menghormati dan terbuka, serta mendorong penerimaan antar seluruh murid,” kata Mu’ti.

Dua Pendekatan Lain: Humanis dan Komprehensif

Selain partisipatif, Kemendikdasmen juga menyiapkan dua pendekatan tambahan untuk menciptakan sekolah yang aman dan bebas kekerasan.

  1. Pendekatan Humanis

Fokus pendekatan ini adalah menguatkan peran bimbingan dan konseling (BK). Guru BK akan menjadi garda depan yang membantu murid menyelesaikan masalah psikologis, emosional, maupun sosial dengan lebih empatik dan solutif.

BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

Tujuannya adalah menciptakan iklim sekolah yang mendukung kesehatan mental murid dan mengurangi potensi kekerasan dari akarnya.

  1. Pendekatan Komprehensif

Pendekatan ini menilai permasalahan kekerasan secara menyeluruh—tidak hanya dari aspek perilaku, tetapi juga faktor sosial, emosional, hingga spiritual.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan nasional bertujuan membangun generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Karena itu, unsur spiritualitas dinilai perlu diperkuat dalam upaya pencegahan kekerasan.

“(Murid) perlu mendapatkan bimbingan dan spiritualitas. Ini bagian penting dari tujuan pendidikan nasional,” ujarnya.

BACA JUGA :  Car Free Night Istimewa Akan Hadirkan Suasana Malam Penuh Warna

Menuju Sekolah Aman dan Ramah Murid

Dengan menekankan pendekatan partisipatif, humanis, dan komprehensif, Kemendikdasmen ingin memastikan bahwa penanganan kekerasan di sekolah tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.

Melibatkan murid sebagai agen perubahan—melalui Duta Antikekerasan—dianggap sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan budaya positif dari dalam komunitas pelajar itu sendiri.

Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan mampu membangun relasi sosial yang sehat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================