
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga karena Kupang dipercaya sebagai tuan rumah forum berskala internasional ini. Ia menilai IPACS 2025 menjadi momentum penting bagi NTT untuk memperkenalkan kekayaan budayanya ke mata dunia.
“IPACS merupakan forum penting untuk pertukaran gagasan mengenai kebudayaan, pelestarian ekologi, tradisi, dan inovasi budaya sekaligus mendorong ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Emanuel berharap IPACS mampu merajut hubungan kultural antarnegara Pasifik serta menghasilkan langkah konkret dalam pelestarian dan diplomasi budaya kawasan.
Pembukaan Ditandai Pemukulan Tifa dan Peluncuran Prangko IPACS
Pembukaan resmi forum ditandai dengan pemukulan alat musik Tifa oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama para menteri kebudayaan negara-negara Pasifik. Pada sesi yang sama, diluncurkan pula prangko edisi khusus IPACS sebagai simbol kolaborasi dan persahabatan budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik.
Acara pembukaan turut dimeriahkan oleh IPACS Children Choir yang terdiri dari siswa-siswi SMPK Giovanni, SD Kristen Tunas Gloria, dan paduan suara anak St. Yoseph Kota Kupang. Mereka membawakan tiga lagu — Ninanoy, A Million Dreams, dan Under The Sun — yang mencerminkan semangat perdamaian dan persaudaraan lintas budaya.
Turut hadir dalam kesempatan ini para menteri kebudayaan dan delegasi negara Pasifik, duta besar negara sahabat, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Jaluk, Wali Kota Kupang Christian Widodo, FORKOPIMDA NTT, serta komunitas budaya setempat.
Menteri Fadli Zon juga didampingi jajaran pimpinan Kementerian Kebudayaan, antara lain Sekjen Bambang Wibawarta, Irjen Fryda Lucyana, serta para direktur jenderal dari berbagai sektor kebudayaan.
Agenda IPACS 2025: Diplomasi, Pameran, dan Pemberdayaan Komunitas
IPACS 2025 menghadirkan agenda padat yang meliputi:
- Dialog Tingkat Menteri
Membahas strategi kolaborasi budaya kawasan dan prioritas pembangunan pasca-2030. - Pameran budaya dan kerajinan tradisional
Menampilkan karya budaya dari Indonesia dan negara-negara Pasifik. - Sesi pleno tematik
Membahas peran budaya sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan.
Forum ini memiliki tujuan strategis, antara lain:
- Memperkuat jaringan budaya Indonesia–Pasifik melalui kerja sama jangka panjang.
- Mendorong dialog lintas budaya untuk memperdalam pemahaman komunitas.
- Menjadikan budaya pilar penting dalam pembangunan global pasca-2030.
- Mengembangkan diplomasi regional yang inklusif dan berkeadilan.
- Mendorong pemberdayaan komunitas, khususnya generasi muda dan pelaku budaya lokal.
Hasil yang Diharapkan: Rekomendasi Kebijakan hingga Jejaring Residensi Budaya
Melibatkan seluruh negara Pasifik, IPACS 2025 diharapkan menghasilkan berbagai capaian nyata, seperti:
- Dokumen rekomendasi kebijakan antar-menteri budaya Pasifik.
- Pembentukan jejaring residensi budaya permanen.
- Lahirnya produk budaya inovatif bernilai ekonomi.
- Terbentuknya kebijakan budaya berkelanjutan yang menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan inklusif.
Dengan semangat kolaborasi dan persaudaraan, IPACS 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk meneguhkan diplomasi budaya dan memperkuat posisi sebagai pusat sinergi budaya Asia–Pasifik.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















