
Selain itu, pasokan listrik dan air dihantui potensi gangguan menyusul kerusakan infrastruktur energi.
Menurut Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer Kyiv, serangan kali ini kembali menyasar area hunian warga.
“Rusia menyerang bangunan tempat tinggal. Ada banyak bangunan tinggi yang rusak hampir di setiap distrik,” tulisnya di media sosial.
Serangan ke permukiman sipil semakin memperburuk kondisi keamanan di Kyiv yang telah berbulan-bulan menghadapi intensifikasi gempuran Rusia.
Serangan besar di Kyiv terjadi di saat negara-negara Barat memperkuat tekanan diplomatik dan ekonomi kepada Rusia terkait invasinya ke Ukraina.
Pada hari Rabu, Kanada mengumumkan paket sanksi baru yang menargetkan sektor produksi drone, energi, serta infrastruktur yang digunakan Rusia untuk melancarkan serangan siber.
Di hari yang sama, para menteri luar negeri G7 menyerukan gencatan senjata segera dan menyatakan dukungan “tak tergoyahkan” terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.
Sementara itu, Komisi Eropa dikabarkan mempertimbangkan penggunaan sebagian aset Rusia yang dibekukan setelah invasi 2022 untuk menyediakan pinjaman kepada Ukraina, guna menopang anggaran negara dan kebutuhan militernya dalam dua tahun ke depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















