Puluhan Siswa Bogor Selatan Alami Dugaan Keracunan Makanan, Pemkot Sigap Tindaklanjuti

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor langsung mengambil langkah cepat setelah laporan dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa di sekolah Kecamatan Bogor Selatan pada Jumat (14/11/2025).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut dan berharap insiden serupa tidak terulang.

“Saya prihatin, semoga hal ini tidak terjadi lagi apabila seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinkes. Kebetulan SPPG yang terlibat hari ini masih baru dan belum memiliki SLHS. Pelatihan baru dijadwalkan besok,” ujar Dedie Rachim di Gedung DPRD Kota Bogor.

Wali Kota menekankan agar semua pihak berhati-hati dan tidak mengabaikan kesehatan anak-anak. “Jangan sampai kecerobohan menyebabkan anak-anak sakit. Saat ini, laporan sudah ditangani Dinas Kesehatan dan Puskesmas, semoga tidak ada tambahan kasus,” tegasnya.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tembus Semifinal Australia Open 2026, Bidik Prestasi Lebih Tinggi dari Musim Lalu

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, menyatakan penanganan pasien dilakukan di Puskesmas Bogor Selatan, Bondongan, dan Lawanggintung. Selain itu, seluruh rumah sakit di Kota Bogor telah diinformasikan agar siap menerima pasien jika diperlukan.

Dinkes juga tengah melakukan penyelidikan epidemiologi melalui wawancara dengan pihak SPPG dan kasus yang muncul, pengambilan sampel makanan, serta spesimen pasien. Koordinasi dengan pihak sekolah dilakukan agar segera melaporkan jika ada kasus tambahan.

BACA JUGA :  Atasi Perlintasan Sebidang, Pemkot Bogor Siapkan Flyover M.A. Salmun dan Underpass Kebon Pedes

“Selain itu, konsumsi makanan yang telah didistribusikan namun belum dimakan, kami perintahkan untuk dihentikan sementara,” tambah Retno.

Distribusi makanan SPPG Batutulis 08 pada hari ini mencapai 3.992 porsi yang dikirim ke 17 sekolah dalam tiga kloter. Menu hari ini meliputi nasi, ayam bakar, tumis jagung wortel, susu kotak, dan keripik tempe. Gejala pertama muncul sekitar 10 hingga 30 menit setelah dikonsumsi.

Para siswa mengalami gejala mual, muntah, diare, BAB berdarah dan berlendir, demam, pusing, menggigil, berkeringat, serta nyeri perut.

Retno menegaskan, Pemkot Bogor melalui Dinkes terus melakukan langkah preventif, tindak lanjut, serta pemantauan agar peristiwa serupa tidak terulang.*

Bagi Halaman

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================