Apakah Hiu Sengaja Menyerang Manusia? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sebagian Besar Serangan Tidak Mematikan

Data global tahun 2023 dan 2024 menunjukkan bahwa sebagian besar serangan hiu pada manusia merupakan gigitan ringan atau serangan tanpa alasan jelas, dan umumnya tidak menyebabkan kematian. Dalam banyak kasus, manusia yang terlebih dahulu mendekati atau mengganggu hiu.

Manusia Lebih Berbahaya bagi Hiu

Meski hiu sering dianggap menakutkan, faktanya manusia jauh lebih berbahaya bagi hiu daripada sebaliknya. Populasi banyak spesies hiu kini terancam akibat aktivitas manusia.

BACA JUGA :  DPRD Kota Bogor Minta Dinsos Benahi Data DTSN demi Akurasi Beasiswa hingga Layanan Kesehatan

Australian Museum mencatat bahwa perdagangan ilegal hiu untuk konsumsi sudah terjadi sejak Dinasti Song (960–1279 M), ketika sup sirip hiu dipandang sebagai simbol status dan kekuasaan.

Hingga kini, eksploitasi terhadap hiu masih terus berlangsung:

  • Sirip hiu diburu untuk dijadikan sup atau produk kuliner.
  • Daging dan organ hiu digunakan untuk berbagai kebutuhan industri.
  • Kulit hiu diperdagangkan untuk pembuatan mantel dan produk lainnya.

Menurut NOAA, praktik penangkapan berlebihan di lautan modern—baik legal maupun ilegal—telah menyebabkan penurunan populasi hiu secara drastis.

BACA JUGA :  Musim Kemarau Meluas, Wabup Bogor Ajak Warga Hemat Air dan Waspadai Krisis Air Bersih

Hiu tidak memandang manusia sebagai mangsa. Serangan yang terjadi biasanya akibat salah identifikasi, rasa penasaran, atau situasi terprovokasi. Sebaliknya, manusia justru menjadi ancaman terbesar bagi keberlangsungan hidup hiu.

Memahami perilaku hiu secara ilmiah dapat membantu mengurangi kesalahpahaman sekaligus meningkatkan kesadaran untuk melindungi spesies penting dalam ekosistem laut ini.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================