
BOGORTODAY.COM – Rambutan adalah salah satu buah tropis yang sangat populer di Indonesia. Rasanya manis, segar, dan mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin B5, zat besi, serta antioksidan.
Namun, meskipun sehat, tidak semua orang boleh mengonsumsi rambutan. Pada kondisi tertentu, rambutan bahkan bisa memperburuk kesehatan.
Berikut penjelasan lengkap mengenai kelompok orang yang sebaiknya menghindari rambutan serta tips aman mengonsumsinya.
Kelompok Orang yang Tidak Boleh Makan Rambutan
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah kelompok yang disarankan untuk membatasi atau menghindari konsumsi rambutan.
- Orang dengan Alergi Buah
Rambutan memang aman untuk sebagian besar orang. Namun, mereka yang memiliki alergi terhadap buah tertentu—terutama alergi leci—dapat mengalami reaksi serupa saat makan rambutan.
Menurut Very Well Health, gejala yang mungkin muncul meliputi:
- Gatal-gatal
- Ruam kulit
- Pembengkakan
- Sesak napas pada kasus berat
Jika pernah mengalami reaksi alergi pada buah-buahan sejenis, sebaiknya hindari rambutan.
- Penderita Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)
Orang dengan IBS biasanya dianjurkan menjalani diet rendah FODMAP. Rambutan mengandung karbohidrat rantai pendek yang dapat mudah difermentasi di usus sehingga memicu:
- Perut kembung
- Nyeri perut
- Gas berlebih
- Diare
Karena itu, penderita IBS disarankan menghindari rambutan.
- Pengidap Diabetes
Rambutan matang mengandung gula alami cukup tinggi. Konsumsinya dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama jika dimakan dalam jumlah banyak.
Jika tetap ingin mengonsumsi, penderita diabetes sebaiknya:
- Membatasi jumlah
- Memilih buah yang tidak terlalu matang
- Mengimbangi dengan makanan berserat tinggi
- Penderita Gangguan Ginjal
Rambutan memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi. Pada orang dengan penyakit ginjal, kemampuan tubuh untuk membuang kelebihan kalium menurun, sehingga kalium bisa menumpuk dan mengganggu fungsi jantung.
Karena itu, buah ini sebaiknya dihindari oleh penderita gangguan ginjal sedang hingga berat.
- Ibu Hamil dan Menyusui
Meskipun aman dikonsumsi dalam jumlah wajar, ibu hamil dan menyusui tidak disarankan makan rambutan berlebihan karena:
- Kandungan gulanya dapat memicu kenaikan gula darah
- Berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan
- Pada sebagian orang bisa memicu rasa tidak nyaman di perut
Konsumsi sewajarnya tetap diperbolehkan.
- Orang dengan Masalah Pencernaan
Rambutan mengandung serat cukup tinggi. Pada beberapa orang, terutama yang sensitif, konsumsi berlebihan bisa memicu:
- Perut kembung
- Diare
- Ketidaknyamanan pada lambung
Jika memiliki riwayat pencernaan sensitif, konsumsi rambutan sebaiknya dibatasi.
Tips Aman Mengonsumsi Rambutan
Untuk menikmati rasa manis rambutan sekaligus mendapatkan manfaatnya, berikut cara mengonsumsinya dengan benar, dikutip dari laman Health.
- Pilih Rambutan dari Warna Kulitnya
- Rambutan matang memiliki kulit merah cerah.
- Kulit hijau menandakan buah belum matang.
- Warna merah kehitaman dengan kulit lembek menandakan buah terlalu matang.
- Kupas Perlahan
Bagian kulit pada biji rambutan sering kali menempel pada daging buah. Kupas dengan hati-hati agar tidak merusak tekstur daging buah dan memastikan bagian kulit biji tidak ikut termakan.
- Buang Biji Sebelum Dimakan
Biji rambutan tidak untuk dikonsumsi.
Saat membuka, pastikan melepaskan biji dengan perlahan agar tidak ada serpihan kulit biji yang menempel pada daging buah.
Rambutan adalah buah lezat dan bernutrisi, tetapi tidak semuanya bisa mengonsumsi dengan aman. Jika Anda termasuk dalam kelompok yang memiliki alergi, masalah pencernaan, gangguan ginjal, diabetes, atau sedang hamil dan menyusui, sebaiknya berhati-hati atau hindari konsumsi rambutan.
Semoga informasi ini bermanfaat!
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















