Untirta Siapkan Pengembangan Tulang Buatan dari Jaringan Hewan Mulai 2026

Indonesia Kekurangan Dokter Hewan

Indonesia saat ini masih menghadapi kekurangan dokter hewan. Padahal peran tenaga kesehatan hewan sangat vital, baik untuk menjaga kesehatan ternak, hewan peliharaan, hingga mencegah penyebaran penyakit yang dapat menular ke manusia.

Masa pandemi Covid-19 menjadi contoh nyata, ketika berbagai penelitian menemukan dugaan bahwa virus tersebut berasal dari hewan, termasuk kelelawar. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan manusia sangat berkaitan erat dengan kesehatan hewan.

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Konsep One Health: Kesehatan Manusia dan Hewan Saling Terhubung

Dalam kedokteran modern, dikenal konsep One Health, yaitu pendekatan yang melihat bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan adalah satu kesatuan yang saling berkaitan.

Untirta menilai pengembangan prodi kedokteran hewan dan riset-riset baru seperti bone graft akan memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.

“Jika bicara kesehatan manusia, itu juga bicara kesehatan hewan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Dengan rencana pengembangan bone graft dari jaringan hewan dan fokus pada ternak halal, Untirta berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia medis dan ketahanan pangan nasional.

Jika inovasi ini berhasil, Indonesia tidak hanya mampu mengurangi kebutuhan impor, tetapi juga menjadi pionir dalam produksi bahan medis berbasis hewan yang aman, halal, dan berkualitas.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================