
Gula olahan juga meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang membuat kontraksi rahim lebih kuat dan memperparah nyeri haid.
- Makanan Asin
Makanan dengan kandungan natrium tinggi—seperti keripik, makanan cepat saji, atau makanan kaleng—dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Retensi cairan ini membuat perut terasa penuh dan kembung, sehingga menekan area panggul dan memperparah rasa kram.
Konsumsi garam berlebih juga dapat mengganggu kelancaran aliran darah. Pembuluh darah yang menahan cairan bekerja lebih keras, membuat pasokan darah ke area perut dan rahim tidak optimal. Kondisi ini memicu otot tegang dan membuat kram berlangsung lebih lama.
- Karbohidrat Olahan
Roti putih, pasta, mie instan, dan nasi putih termasuk karbohidrat olahan yang cepat meningkatkan gula darah. Fluktuasi gula darah yang tidak stabil membuat tubuh lebih sensitif terhadap perubahan hormon sehingga rasa nyeri menjadi lebih intens.
Karbohidrat sederhana ini juga dapat memicu peradangan dan dicerna lebih cepat tanpa memberikan energi yang stabil. Karena minim serat, makanan jenis ini memperlambat kerja pencernaan—padahal banyak perempuan sudah mengalami gangguan pencernaan saat menstruasi. Kondisi ini membuat rasa tidak nyaman semakin bertambah.
- Kafein dan Alkohol
Kafein yang terdapat pada kopi, teh, cokelat, dan minuman energi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Ketika aliran darah menuju rahim berkurang, otot rahim menjadi lebih tegang sehingga nyeri haid lebih parah.
Selain itu, kafein bersifat diuretik dan memicu tubuh kehilangan cairan lebih cepat, meningkatkan risiko dehidrasi yang dapat memperburuk kram.
Alkohol memiliki efek serupa. Konsumsinya dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, sehingga memperparah nyeri haid, kembung, serta memicu sakit kepala dan perubahan suasana hati.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















