Elon Musk dan Jensen Huang Sepakat Bangun Proyek Raksasa AI di Arab Saudi

Elon Musk
Elon Musk dan Jensen Huang Sepakat Bangun Proyek Raksasa AI di Arab Saudi. (Foto: Getty Image)

BOGORTODAY.COM – Dua tokoh besar dunia teknologi, Elon Musk (pemilik SpaceX, Tesla, dan pendiri xAI) dan Jensen Huang (CEO Nvidia), resmi mengumumkan kerja sama strategis dalam proyek kecerdasan buatan berskala besar di Arab Saudi.

Kesepakatan ini disampaikan bertepatan dengan kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Amerika Serikat—kunjungan pertamanya dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam acara tersebut, Musk mengumumkan bahwa xAI akan membangun pusat data raksasa berkapasitas 500 megawatt di Arab Saudi.

Proyek ini digarap bersama Humain, perusahaan AI yang didukung kerajaan Saudi, dan akan menjadi fasilitas pusat data pertama xAI di luar Amerika Serikat.

Selain pembangunan fasilitas fisik, kerja sama ini juga meliputi implementasi chatbot Grok—model AI besutan xAI—di seluruh Arab Saudi.

“Masa depan kecerdasan buatan akan dibangun melalui komputasi besar yang efisien dan model AI paling canggih,” kata Musk dalam pernyataannya, Rabu (19/11/2025).

Pusat Data xAI Akan Ditenagai Chip Nvidia

Pusat data raksasa tersebut akan menggunakan chip komputasi canggih dari Nvidia. Dalam sesi panel, Jensen Huang duduk bersama Musk dan Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alswaha, menegaskan peran Nvidia sebagai tulang punggung infrastruktur AI global.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Program MBG: Pengadaan Motor Listrik Bernilai Triliunan Rupiah Jadi Sorotan

Nvidia juga menjadi pemasok chip untuk berbagai proyek AI lainnya di Saudi. Menurut Bloomberg, AS kini bersiap menyetujui penjualan pertama chip AI canggih ke Humain, yang akan memperkuat posisi kerajaan dalam persaingan global teknologi.

Saudi Perluas Proyek AI dan Data Center

Di acara yang sama, Alswaha mengumumkan pembangunan pusat data 100 megawatt untuk Amazon Web Services (AWS). Target jangka panjangnya jauh lebih ambisius: kapasitas ditingkatkan hingga satu gigawatt—menggunakan infrastruktur yang juga didukung Nvidia.

Pertumbuhan AI yang sangat cepat membuat permintaan terhadap komputasi dan daya listrik melonjak tajam. Banyak pusat data dibangun di AS, namun muncul kekhawatiran bahwa China dapat unggul dalam produksi energi skala besar, yang diperlukan untuk komputasi AI. Karena itu, Arab Saudi dinilai dapat menjadi penyeimbang baru, berkat ketersediaan lahan luas dan energi berbiaya rendah.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Dua Miliuner Teknologi dengan Kekayaan Fantastis

Elon Musk masih berada di puncak daftar orang terkaya dunia, dengan kekayaan US$467,8 miliar atau sekitar Rp 7.824 triliun.

Jensen Huang, yang menjadi salah satu figur paling berpengaruh di era ledakan AI, memiliki kekayaan US$162 miliar (sekitar Rp 2.700 triliun). Popularitas dan nilai perusahaan Nvidia meroket seiring permintaan global terhadap chip AI berperforma tinggi.

Saudi Siapkan Investasi Jumbo di AS

Dalam kunjungannya ke Gedung Putih pada Rabu (19/11/2025), Putra Mahkota Mohammed bin Salman menyatakan bahwa Arab Saudi berkomitmen menginvestasikan US$1 triliun di Amerika Serikat. Jumlah ini jauh melampaui pengumuman sebelumnya, yaitu US$600 miliar pada Mei lalu.

Pernyataan ini bahkan mengundang respons kaget dari Presiden AS Donald Trump, yang bertemu langsung dengan putra mahkota di Oval Office.

“Jadi Anda mengatakan kepada saya sekarang bahwa US$600 miliar itu akan menjadi US$1 triliun? Baik. Saya sangat suka itu,” ujar Trump.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================