Raw Milk Kembali Populer, Tapi Benarkah Lebih Bergizi dari Susu Pasteurisasi?

Raw Milk
Ilustrasi Raw Milk. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Belakangan ini, raw milk atau susu mentah kembali menjadi tren. Sebagian orang menganggap susu yang tidak melalui proses pemanasan ini lebih murni, lebih bernutrisi, dan lebih baik untuk kesehatan pencernaan.

Klaim-klaim tersebut membuat sejumlah konsumen mulai melirik raw milk sebagai alternatif susu pasteurisasi yang umum dijual di pasaran.

Namun, apakah benar susu pasteurisasi memiliki kandungan nutrisi lebih rendah?

Pasteurisasi Tidak Menghilangkan Nutrisi Penting

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Dokter spesialis gizi klinis Johannes Chandrawinata menepis anggapan tersebut. Menurutnya, klaim bahwa pasteurisasi membuat susu kehilangan banyak nutrisi adalah keliru.

“Pasteurisasi tidak mengubah nilai nutrisi susu secara signifikan. Artinya, baik susu mentah maupun susu pasteurisasi tetap menyediakan zat gizi esensial yang sama seperti protein, kalsium, vitamin, dan karbohidrat,” ujar Johannes, Rabu (19/11/2025).

Dengan kata lain, proses pemanasan tidak membuat susu menjadi kurang bergizi. Protein, kalsium, dan mineral lain tetap stabil meski susu dipanaskan pada suhu terkontrol.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Klaim Probiotik Alami pada Raw Milk? Tidak Selalu Benar

Salah satu alasan raw milk banyak diburu adalah keyakinan bahwa susu mentah mengandung bakteri baik alias probiotik alami. Namun menurut Johannes, keberadaan bakteri dalam susu mentah tidak otomatis berarti probiotik.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================