Bocah 11 Tahun Alami Stroke Setelah Kecelakaan di Sekolah: Begini Penjelasan Medisnya

Stroke
Ilustrasi Anak Sakit. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Stroke sering kali dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang dewasa atau lansia. Namun, kenyataannya, kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak.

Hal inilah yang dialami Cold Ditmore, bocah laki-laki berusia 11 tahun asal Louisiana, Amerika Serikat, yang kini tengah menjalani proses pemulihan setelah mengalami stroke akibat kecelakaan di sekolah.

Berawal dari Insiden Kecil yang Berujung Fatal

Kejadian bermula ketika Ditmore tengah berada di sekolah dan memegang spidol yang dimasukkan ke dalam mulutnya.

Tanpa diduga, sebuah bola yang ditendang oleh temannya mengenai kepalanya. Benturan itu membuat spidol terdorong ke belakang hingga melukai bagian tenggorokan.

Sang ibu, Angelina Frazier, awalnya menduga putranya mengalami gegar otak. Namun kondisi yang ditunjukkan Ditmore mengarah pada gejala yang lebih serius. Mengutip laporan People, Ditmore mulai mengalami:

  • Gangguan bicara seperti cadel,
  • Melemahnya otot wajah bagian kiri,
  • Kesulitan menggerakkan lengan kiri.

Melihat kondisi tersebut, Ditmore segera dibawa ke Our Lady of the Lake Regional Medical Center untuk mendapatkan perawatan intensif.

BACA JUGA :  Sarwendah Ingin Perselisihan dengan Ruben Onsu Segera Tuntas Demi Anak-anak

Cedera Tenggorokan Memicu Terbentuknya Gumpalan Darah

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya cedera pada bagian tenggorokan yang menekan arteri karotis—pembuluh darah besar yang memasok darah ke otak.

Tekanan tersebut menyebabkan terbentuknya gumpalan darah (trombosis), yang kemudian menghambat aliran darah ke otak dan memicu terjadinya stroke.

Dalam kondisi panik, Ditmore sempat bertanya kepada ibunya,
“Bu, apakah saya akan mati?”
Frazier mengaku sangat takut melihat kondisi anaknya kala itu dan tidak yakin akan peluang kesembuhannya.

Perkembangan Positif Setelah Enam Bulan Perawatan

Meski awalnya kritis, kondisi Ditmore terus menunjukkan kemajuan signifikan selama enam bulan menjalani terapi dan pengobatan. Kini, ia masih mengalami beberapa gejala sisa pasca-stroke, seperti:

  • Keterbatasan aktivitas fisik,
  • Tidak boleh berolahraga berat,
  • Harus rutin mengonsumsi obat pengencer darah.

Walau belum pulih sepenuhnya, perkembangan positif yang ditunjukkan Ditmore memberikan harapan besar bagi keluarganya.

Mengapa Anak Bisa Mengalami Stroke?

Stroke pada anak-anak memang jarang terjadi, tetapi bukan hal yang mustahil. Faktor penyebabnya dapat berupa:

  • Cedera pada pembuluh darah di leher atau kepala,
  • Kelainan pembuluh darah bawaan,
  • Gangguan jantung,
  • Infeksi tertentu,
  • Gangguan pembekuan darah.
BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

Pada kasus Ditmore, trauma fisik menjadi pemicu utama terbentuknya gumpalan darah.

Pentingnya Penanganan Cepat

Stroke merupakan kondisi darurat medis. Ketika suplai darah ke otak terhenti atau pembuluh darah pecah, sel-sel otak akan mati dalam hitungan menit. Tanpa penanganan segera, stroke dapat menyebabkan:

  • Kerusakan otak permanen,
  • Kelumpuhan,
  • Cacat seumur hidup,
  • Bahkan kematian.

Karena itu, setiap gejala seperti wajah menurun, bicara cadel, atau kelumpuhan mendadak pada anggota tubuh harus segera mendapatkan penanganan medis.

Kasus Cold Ditmore menjadi pengingat bahwa stroke tidak hanya mengancam orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak.

Penting bagi orang tua dan pendidik untuk memahami gejalanya serta segera mencari pertolongan medis ketika mencurigai adanya tanda-tanda stroke.

Beruntung bagi Ditmore, penanganan cepat berhasil menyelamatkan nyawanya dan membawanya kembali pada proses pemulihan yang menjanjikan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================