
Oleh: Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
TERNYATA sekarang Vietnam bisa menikung dan menyalip Indonesia di bidang pendidikan, seperti pembalap kebanggan Indonesia Vega Pratama yang keahliannya menikung dan menyalip pembalap lainnya.
Padahal sebelumnya Vietnam mengalami perang saudara beberapa tahun yang lalu. Perang Vietnam secara resmi berakhir pada 30 April 1975
Fakta selanjutnya, Vietnam mengundurkan diri dari statusnya sebagai tuan rumah Asian Games 2018.
Alasan utama pengunduran diri tersebut adalah kesulitan keuangan dan kekhawatiran bahwa negara tersebut tidak mampu menanggung biaya yang sangat besar untuk pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang dibutuhkan.
Setelah pengunduran diri Vietnam, Dewan Olimpiade Asia menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah pengganti.
Akhirnya, Asian Games 2018 diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, dengan total dana menghabiskan Rp 24 triliun dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) selama tahun 2015-2018.
Berarti uang sebanyak ini berasal dari rakyat bro, mending dana ini untuk memajukan pendidikan, seperti Vietnam.
Meski Asian Games ini juga penting untuk kebanggaan Indonesia serta negara-negara asia, tapi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan rakyat Indonesia, haruslah menjadi prioritas utama.
Dan terbukti, ternyata Vietnam lebih mementingkan dana tersebut untuk memajukan pendidikannya, sehingga Vietnam pendidikannya sekarang lebih maju dari pada Indonesia. Inilah faktanya sekarang.
Dari Programme for International Student Assessment (PISA). PISA adalah studi internasional yang diinisiasi oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengevaluasi sistem pendidikan di seluruh dunia dengan mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam literasi membaca, matematika, dan sains.
Pada tahun 2022, PISA Vietnam menempati posisi kedua terbaik di Asia Tenggara, dengan skor rata-rata 468 poin, melampaui banyak negara berkembang dan bahkan beberapa negara maju. Pada tahun-tahun sebelumnya, Vietnam bahkan pernah menduduki peringkat global yang sangat tinggi, seperti peringkat 8 dunia pada beberapa indikator.
Pada tahun 2022, PISA Indonesia berada di peringkat keenam di ASEAN dan termasuk dalam jajaran peringkat terbawah secara global (sekitar peringkat 70 dari 80 negara), dengan skor total 1.108 (di bawah skor rata-rata Vietnam 1.403 total poin gabungan).
Ayo saatnya sekarang kita semua bangsa Indonesia harus gas ken untuk kemajuan pendidikan bangsa Indonesia. Program pendidikan harus mengacu pada peningkatan kesejahteraan guru, kualitas guru, kualitas proses belajar mengajar.
Jangan sok-sokan pakai chomebook dan smart board yang akhirnya dikorupsi. Di Vietnam bro, yang di kelas masih pakai kapur tulis tapi gaji gurunya di tingkat SD dan SMP bisa mendapatkan gaji antara Rp3,1 juta hingga Rp7,4 juta per bulan. Jayalah Indonesiaku.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















