BOGORTODAY.COM – Perusahaan teknologi HP Inc. mengumumkan rencana untuk memberhentikan sekitar 2.000 karyawan pada Februari 2026 sebagai bagian dari program restrukturisasi besar.
Langkah ini diambil di tengah perubahan pasar teknologi dan meningkatnya biaya produksi perangkat elektronik.
HP mencatat bahwa permintaan PC berkemampuan AI terus tumbuh, bahkan telah mencapai lebih dari 30% dari total pengiriman HP hingga 31 Oktober.
Meski pasar menunjukkan potensi positif, perusahaan tetap menyiapkan langkah efisiensi untuk menghadapi tekanan biaya yang meningkat.
CEO HP, Enrique Lores, mengatakan bahwa perusahaan sedang bersiap merasakan dampak penghematan pada paruh kedua 2026.
“Kami mengambil pendekatan yang bijaksana untuk paruh kedua, sambil tetap menerapkan langkah agresif seperti mencari pemasok berbiaya rendah, mengurangi konfigurasi memori, dan menyesuaikan strategi harga,” ujarnya.
Sementara itu, analis Morgan Stanley memprediksi bahwa harga chip memori global akan melonjak.
Penyebabnya adalah permintaan besar dari pusat data milik perusahaan raksasa yang tengah membangun infrastruktur AI skala besar.
Lonjakan ini membuat biaya komponen seperti DRAM dan NAND meningkat, yang pada akhirnya dapat menekan margin produsen elektronik konsumen seperti HP, Dell, dan Acer.
Dorongan industri terhadap teknologi AI membuat persaingan di pasar server semakin ketat.
Akibatnya, harga komponen memori terus merangkak naik dan memengaruhi strategi produksi berbagai perusahaan perangkat teknologi.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















