
Eko menegaskan bahwa dinamika keamanan global, kejahatan berbasis digital, perkembangan kawasan Indo-Pasifik, hingga tantangan komunikasi publik menuntut adanya kajian yang lebih mendalam dan komprehensif.
“Pusat-pusat studi ini bukan hanya ruang akademik, tetapi instrumen strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan pengembangan kompetensi anggota Polri didukung riset yang valid dan metodologi ilmiah yang kuat,” jelasnya.
Total 9 Pusat Studi di STIK Lemdiklat Polri
Sebelum penambahan tiga pusat studi baru ini, STIK telah mengoperasikan enam pusat studi, yaitu:
•Pusat Studi Ilmu Kepolisian
•Pusat Studi Siber
•Pusat Studi Pemolisian Masyarakat
•Pusat Studi Anti Korupsi
•Pusat Studi Terorisme
•Pusat Studi Keselamatan Lalu Lintas
Dalam waktu dekat, STIK juga akan menghadirkan Pusat Studi Kedokteran Forensik/DVI dan Pusat Studi Industri Keamanan, sehingga jumlah pusat studi akan bertambah lebih banyak lagi.
Penguatan Kapasitas Riset dan Kolaborasi Global
Irjen Eko menegaskan bahwa keberadaan sembilan pusat studi yang kini aktif akan semakin memperkuat kemampuan STIK dalam melaksanakan riset, memproduksi publikasi ilmiah, serta memperluas kerja sama akademik internasional.
“Keberhasilan Polri hari ini bergantung pada kekuatan intelektual, moral, dan integritas,” tegasnya.
Dengan penguatan ekosistem akademik ini, STIK Lemdiklat Polri diharapkan semakin mampu mencetak sumber daya manusia Polri yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan keamanan masa depan
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















