MERAWAT DAN MENJAGA PERSATUAN NKRI

NKRI
Heru B setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Oleh : Heru B setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

PENULIS prihatin dengan kondisi NKRI yang tidak lepas dari pro dan kontra suatu permasalahan, sejak tahun 2014 sampai sekarang. Dengan kata lain masyarakat Indonesia terpecah belah menjadi 2 kelompok.

Saat Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014, ada 2 calon yaitu pasangan Prabowo Subianto dengan Hatta Rajasa dan pasangan Jokowi dengan JK. Karena hanya 2 kandidat dan kampanye sangat gas pol, maka suasananya tegang dan tidak nyaman. Sehingga timbul saling meledek, pendukung Prabowo dinamakan Kampret dan pendukung Jokowi disebut Cebong.

BACA JUGA :  Mobil PHEV China Mulai Masuk Indonesia, Toyota Nilai Persaingan Elektrifikasi Kian Menarik

Kemudian ke Pilkada DKI Jakarta dengan pasangan Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno dan pasangan Ahok dengan Djarot. Sebetulnya ada satu pasangan lagi yaitu AHY dan Sylviana, tapi kalah pada putaran pertama (Pilkada DKI Jakarta harus menang 50 %, jika tidak ada yang menang 50 %, maka ada putaran ke 2).

BACA JUGA :  Makna di Balik Tawaf: Sejarah, Tata Cara, dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya

Meski hanya Pilkada, tapi terjadi di Jakarta, Pilkada DKI Jakarta serasa Pilpres, dan masyarakat sangat terbelah menjadi 2, yaitu pendukung Anies disebut Kadal Gurun (Kadrun) dan pendukung Ahok disebut Cebong.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================